Dan dalam Saba # 10
juga biasa berbicara dengan Nabi Muhammad SAW.
Selain itu juga, Nabi Muhammad
SAW biasa bersandar di batang pohon tua bila
sedang berdakwah kepada para
sahabatnya. Kemudian sebuah podium dibuat untuk
Nabi Muhammad SAW untuk
digunakan ketika beliau berdakwah.
Sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW mendengar
suara tangisan dari pohon tua yang ditinggalkan
oleh Nabi yang terhormat. Nabi
Muhammad SAW menyentuh pohon itu dengan
tangannya untuk menghibur. Kemudian
pohon itu berhenti menangis. Sebuah pilar
didirikan di tempat pohon ini di dalam mesjid
Nabi Muhammad SAW di Madina Munawara. Pilar itu
disebut Ustan Hannan.
Sheikh Jalalud Din Sayuti mengatakan di dalam
Khasaes Al-Kubra bahwa walaupun
batu-batu kecil bertasbih kepada Allah SWT
sepanjang waktu, tetapi kejadian ketika para
sahabat Rasul bisa turut mendengar puji-pujian
ini sewaktu batu-batu ini berada di dalam
genggaman Nabi Muhammad SAW adalah mukjizat
baginya semata.
Abdullah bin Masoud RA meriwayatkan bahwa, “Kami
biasa makan bersama Nabi
Muhammad SAW, dan kami biasa mendengar dengan
telinga kami puji-pujian kepada
Allah SWT dari makanan yang dihidangkan itu.”
(Bukhari)
Jabar bin Samra RA meriwayatkan bahwa Nabi
Muhammad SAW bersabda, “Aku bisa
mengenal batu-batu yang biasa mengucapkan salam
kepadaku, bahkan ketika aku belum
menjadi Rasul. Bahkan sekarangpun aku bisa
mengenalinya.” (Muslim)
Abu Saeed Khudhri RA meriwayatkan bahwa Nabi
Muhammad SAW bersabda,
“Manusia, jin, pohon-pohon, dan batu-batuan
semua mendengar suara Aazan dan mereka
akan menjadi saksi bagi para Muazin ini pada
hari Pembalasan nanti.” (Ibn Majah).
Oleh karena itu semua mahluk termasuk
gunung-gunung selalu bertasbih kepada Allah
SWT. Mukjizat sebetulnya bagi Nabi Daud AS
adalah bahwa puji-pujian kepada Allah
SWT yang dilakukan oleh gunung-gunung itu bisa
didengar oleh telinga-telinga manusia.
Walaupun Nabi Daud AS adalah seorang kaisar yang
besar, tetapi dia tidak ingin
menggunakan satu senpun dari uang negara untuk
mencukupi kebutuhan keluarga dan
dirinya. Dia biasa melakukan bermacam-macam
pekerjaan dengan tangannya untuk
mencari nafkah seperti orang awam lainnya. Ia
biasa berdoa kepada Allah SWT agar
meringankan pekerjaannya supaya selama hidupnya
tidak pernah ia harus tergantung
pada uang negara.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berapapun besar
penghasilan seseorang bila
didapatkan dengan tangannya sendiri, adalah
penghasilan yang terbaik. Sesungguhnya,
Nabi Daud AS biasa mencari nafkah dengan
tangannya sendiri.” (Bukhari)
Hafiz Ibn Hajr berkata, “Walaupun Kalifah Islam
diijinkan untuk mengambil jumlah
yang pantas dari uang negara untuk memenuhi
kebutuhan dasar keluarganya, tetapi lebih
baik bila ia mencari alternatif lain, sejujurnya
hidup dari penghasilannya sendiri”.
Sebagai contoh Kalifah Abu Bakr RA sebelum
meninggal telah mengembalikan ke kas
negara seluruh dana yang dipinjamnya dalam
bentuk gaji selama kekhalifahannya.
Allah SWT mengabulkan doa Nabi Daud AS untuk
memudahkan kehidupan sehariharinya
karena ia juga telah memenuhi kewajiban untuk
mengatur kekaisaran yang
teramat luas. Allah SWT telah membuat besi
menjadi lunak di tangannya. Saba # 10