netLibrary logo Home Search Tools Reading Room Help    
 
   
 
In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful
 
Welcome Islamic Books

BACK TO TABLE OF CONTENTS



NABI DAUD AS

((PROPHET DAWUD AS))

Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)

Translated by Titie Wibipriatno and Edited by Ismail Umar

Nabi Daud AS adalah keturunan dari Nabi Ibrahim AS. Allah SWT menurunkan Zabur

padanya untuk membimbing orang Israel. Zabur berisi petunjuk-petunjuk dasar yang

sama dengan yang terdapat dalam Taurat.

Oleh karena itu kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud AS merupakan

penyempurnakan petunjuk Allah SWT yang dibawa oleh Nabi Musa AS. Zabur dalam

bentuk lagu-lagu. Allah SWT tidak hanya menganugerahkan kenabian kepada Daud AS,

tetapi juga dinasti yang teramat besar yang tersebar di Syria, Irak, Palestina, Jordan

Timur dan sekitarnya. Ia adalah seorang pembicara yang fasih dan pidatonya sangat

menarik, efektif, dan mudah dimengerti. Ia selalu memimpin untuk mengambil

keputusan yang tepat bahkan pada urusan-urusan yang rumit. Allah SWT berfirman

dalam Sad # 20

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan

kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.

Allah SWT menganugerahkan banyak mukjijat kepada Nabi Daud AS. Ia selalu

membiasakan dirinya dalam banyak berzikir dan memuji Allah SWT. Ia memiliki suara

yang begitu berirama sehingga orang-orang, burung-burung, binatang lainnya, jin-jin, dan

bahkan gunung-gunungpun turut bergoyang dan menyanyi bersamanya. Ini disebutkan di

dalam tiga ayat yang berbeda dalam Qur’an. Sad # 18,19

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia di

waktu petang dan pagi, dan burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masingmasingnya

amat ta'at kepada Allah.

Dan dalam Saba # 10

juga biasa berbicara dengan Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga, Nabi Muhammad

SAW biasa bersandar di batang pohon tua bila sedang berdakwah kepada para

sahabatnya. Kemudian sebuah podium dibuat untuk Nabi Muhammad SAW untuk

digunakan ketika beliau berdakwah. Sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW mendengar

suara tangisan dari pohon tua yang ditinggalkan oleh Nabi yang terhormat. Nabi

Muhammad SAW menyentuh pohon itu dengan tangannya untuk menghibur. Kemudian

pohon itu berhenti menangis. Sebuah pilar didirikan di tempat pohon ini di dalam mesjid

Nabi Muhammad SAW di Madina Munawara. Pilar itu disebut Ustan Hannan.

Sheikh Jalalud Din Sayuti mengatakan di dalam Khasaes Al-Kubra bahwa walaupun

batu-batu kecil bertasbih kepada Allah SWT sepanjang waktu, tetapi kejadian ketika para

sahabat Rasul bisa turut mendengar puji-pujian ini sewaktu batu-batu ini berada di dalam

genggaman Nabi Muhammad SAW adalah mukjizat baginya semata.

Abdullah bin Masoud RA meriwayatkan bahwa, “Kami biasa makan bersama Nabi

Muhammad SAW, dan kami biasa mendengar dengan telinga kami puji-pujian kepada

Allah SWT dari makanan yang dihidangkan itu.” (Bukhari)

Jabar bin Samra RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku bisa

mengenal batu-batu yang biasa mengucapkan salam kepadaku, bahkan ketika aku belum

menjadi Rasul. Bahkan sekarangpun aku bisa mengenalinya.” (Muslim)

Abu Saeed Khudhri RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Manusia, jin, pohon-pohon, dan batu-batuan semua mendengar suara Aazan dan mereka

akan menjadi saksi bagi para Muazin ini pada hari Pembalasan nanti.” (Ibn Majah).

Oleh karena itu semua mahluk termasuk gunung-gunung selalu bertasbih kepada Allah

SWT. Mukjizat sebetulnya bagi Nabi Daud AS adalah bahwa puji-pujian kepada Allah

SWT yang dilakukan oleh gunung-gunung itu bisa didengar oleh telinga-telinga manusia.

Walaupun Nabi Daud AS adalah seorang kaisar yang besar, tetapi dia tidak ingin

menggunakan satu senpun dari uang negara untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan

dirinya. Dia biasa melakukan bermacam-macam pekerjaan dengan tangannya untuk

mencari nafkah seperti orang awam lainnya. Ia biasa berdoa kepada Allah SWT agar

meringankan pekerjaannya supaya selama hidupnya tidak pernah ia harus tergantung

pada uang negara.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berapapun besar penghasilan seseorang bila

didapatkan dengan tangannya sendiri, adalah penghasilan yang terbaik. Sesungguhnya,

Nabi Daud AS biasa mencari nafkah dengan tangannya sendiri.” (Bukhari)

Hafiz Ibn Hajr berkata, “Walaupun Kalifah Islam diijinkan untuk mengambil jumlah

yang pantas dari uang negara untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya, tetapi lebih

baik bila ia mencari alternatif lain, sejujurnya hidup dari penghasilannya sendiri”.

Sebagai contoh Kalifah Abu Bakr RA sebelum meninggal telah mengembalikan ke kas

negara seluruh dana yang dipinjamnya dalam bentuk gaji selama kekhalifahannya.

Allah SWT mengabulkan doa Nabi Daud AS untuk memudahkan kehidupan sehariharinya

karena ia juga telah memenuhi kewajiban untuk mengatur kekaisaran yang

teramat luas. Allah SWT telah membuat besi menjadi lunak di tangannya. Saba # 10

dan Kami telah melunakkan besi untuknya,

Juga di dalam Al-Anbiya # 80

Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara

kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur .

Ini adalah mukjizat lainnya dari nabi Daud AS.

Syed Mahmood Alose meriwayatkan dari Qurtabi dalam Ruhul Maani bahwa Allah SWT

mengajarkan Nabi Daud AS untuk membuat pakaian besi untuk perang yang tidak terasa

berat bagi para prajurit itu. Sehingga gerakan prjaurit-prajurit di medan perang tidak

terganggu dengan menggunakan pakian besi yang ringan ini. Sebelumnya tidak ada

seorangpun yang mampu membuat pakaian perang yang seringan itu.

Penting diperhatikan bahwa kita tidak boleh memandang rendah orang-orang yang

bekerja dengan tangannya sendiri di pabrik-pabrik. Orang-orang yang tidak mengerti

sering mengejek para ahli besi dan tukang/pengrajin lainnya. Kita seyogyanya

menghormati orang-orang ini karena mereka mengikuti jejak dari Nabi Daud AS.

Allah SWT mengkaruniai banyak kebaikan yang unik kepada Nabi Daud AS dan Nabi

Sulaiman AS. Dengan segala karunia dari Allah SWT ini, mereka menjadi bertambah

besarlah rasa syukur kepada NYA. Allah SWT mengingatkan mereka tentang kewajiban

untuk bersyukur ini di dalam Saba # 13

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung

yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang seperti kolam dan periuk yang

tetap . Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur . Dan sedikit sekali dari hambahambaKu

yang berterima kasih.

Ibn-e-Kathir menyebutkan bahwa di dalam rumah Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS,

seluruh anggota keluarga setuju dengan schedule bahwa paling kurang salah seorang dari

keluarga selalu membiasakan diri untuk banyak-banyak berzikir kepada Allah SWT

sepanjang malam dan siang hari.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah SWT sangat menyukai shalat Nabi Daud

AS. Nabi Daud AS biasa tidur pada pertengahan pertama dari malam, kemudian ia salat

sepertiga malam, dan tidur lagi pada seperenam malam sisanya. Allah SWT juga paling

menyukai puasa Nabi Daud AS. Nabi Daud AS biasa berpuasa setiap dua hari sekali,

puasa yang paling berat. (Bukhari dan Muslim)

Tirmidhi dan Imam Abu Bakr Jassas meriwayatkan dari Atta-bin-Yasar, bahwa ketika

ayat # 13 dari surat Saba diturunkan kpeada Nabi Muhammad SAW, ia naik ke mimbar

dan setelah membacakan ayat ini bersabda, “Bila seseorang melakukan tiga perkara,

pahalanya akan sama dengan Nabi Daud AS”. Para sahabat bertanya, “Perkara apakah

itu?” Nabi Muhammad menjawab, “Berlaku adil dalam kemarahan atau ketenangan;

mengambil jalah tengah baik dimasa sulit maupun sejahtera, dan bertakwa kepada Allah

SWT baik terang-terangan maupun diam-diam”. (Qurtabi, Ahkam-ul-Quran)

Ketika bertambah banyak pemberian Allah SWT dikaruniakan kepada Nabi Daud AS,

Allah SWT mengingatkan keluarga nabi untuk membiasakan diri banyak-banyak

mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

Diriwayatkan oleh Fadheel RA bahwa ketika peringatan untuk bersyukur ini diturunkan

kepada Nabi Daud AS, dia menjawab, “Ya Allah, bagaimana aku bisa memenuhi

perintahMu ini karena mengucapkan syukur itu sendiri adalah satu karuniaMu yang patut

disyukuri sendiri. Allah SWT berfirman, “Hai Daud, sekarang engkau telah bersyukur

kepadaKU dengan sepenuhnya karena sekarang kamu sudah mengetahui dan menyadari

keterbatasanmu.”

Semoga Allah SWT memberi kita ke-tawadhu-an Nabi Daud AS ini. Amin.