 |
BACK TO
TABLE OF CONTENTS
|
TELINGA DAN MATAMU
( (YOUR EYES AND EARS))
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translation by Titie Wibipriatno and Edited by
Ismail Umar
Seperti Tanda-tanda (ciptaan) Allah SWT lainnya,
kita jarang mencoba merenungkan
betapa pentingnya telinga dan mata kita. Al-Mulk
# 23
Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan
menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan dan hati". amat sedikit kamu
bersyukur.
Bagaimanakah cara kedua alat indera ini
diciptakan? Apa yang mungkin terjadi bila kita
dijauhkan dari karunia ini? Bagaimana kita
memanfaatkan telinga dan mata kita?
Apakah akan ada pertanggungjawaban bila kita
menyalahgunakannya? Banyak
pertanyaan sederhana tetapi penting timbul di
dalam benak kita.
Pertama-tama, Allah SWT menciptakan manusia
dalam tujuh tahap, seperti dijelaskan
dalam Al Qur’an berabad-abad yang lalu.
Al-Mu’minun #12-14
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
dari suatu saripati dari tanah.
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani
dalam tempat yang kokoh . Kemudian air
mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu
segumpal darah itu Kami jadikan segumpal
daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan
tulang belulang, lalu tulang belulang itu
Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang lain. Maka
Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling
Baik.
Para ilmuwan moderen baru menemukan tapah-tahap
ini di masa sekarang. Pertumbuhan
janin manusia ini terjadi di dalam rahim ibu,
diselaputi tiga lapisan kegelapan. Az-
Zummar # 6
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian
Dia jadikan daripadanya isterinya
dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang
berpasangan dari binatang ternak.
Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian
demi kejadian dalam tiga kegelapan .
Yang demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu,
Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak
ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat
dipalingkan?
Tiga lapisan kegelapan ini adalah perut sang
ibu, rahim dan lapisan membran yang
menyelaputi pertumbuhan bayi. Siapakah yang
menentukan sel kecil mana dalam proses
pertumbuhan janin akan berkembang menjadi alat
pendengaran? Sel mana yang terpilih
akan menjadi alat penglihatan seseorang? Siapa
yang mengambil keputusan-keputusan
ini dan siapa yang mengatur pertumbuhan sel-sel
ini menjadi telinga dan mata? Seberapa
patuhkah telinga dan mata ini kepada
Penciptanya? Dengan kata lain, mata tidak dapat
digunakan untuk mendengar, dan telinga untuk
melihat. Tidakkah kita harus menyerah
sepenuhnya kepada Pencipta yang telah memberi
kita indera- indera ini, dan kebebasan
serta petunjuk untuk menggunakannya? Al-Insan #
2-3
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
setetes mani yang bercampur yang
Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan
dia mendengar dan melihat.
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang
lurus; ada yang bersyukur dan ada
pula yang kafir.
Mereka yang mendengar petunjuk ini dengan tulus
akan berkata/berdo’a kepada Allah
SWT. Ali-Imran # 193-194
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar yang
menyeru kepada iman:
"Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun
beriman. Ya Tuhan kami,
ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan
hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan
kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang
yang banyak berbakti. Ya Tuhan kami,
berilah kami apa yang telah Engkau janjikan
kepada kami dengan perantaraan rasulrasul
Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di
hari kiamat. Sesungguhnya
Engkau tidak menyalahi
janji."
Beberapa orang yang beriman mendengar petunjuk
ini dengan sembrono. Tidak ada
kesempatan bagi mereka untuk mendapat mamfaat
dari petunjuk Allah SWT yang tak
terhingga. Al-Anfal # 20-21
Hai orang-orang yang beriman, ta'atlah kepada
Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah
kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu
mendengar, dan janganlah kamu menjadi
seperti orang-orang vang berkata "Kami
mendengarkan, padahal mereka tidak
mendengarkan.
Sesungguhnya ada empat tahapan dari pendengaran
dan penglihatan sesuatu hal. Kita
harus mengingat bahwa kesan-kesan dari
pendengaran dan penglihatan sesuatu hal
ditransmit ke otak melalui suatu sistim yang
sangat peka dan rumit. Bayangkan suatu
kelas yang penuh dengan murid-murid. Satu murid
mungkin mendengar percakapan
gurunya dan juga melihat tulisan di papan tulis
dengan mata terbuka lebar. Tetapi
pikirannya, ternyata melayang ke arah lain. Dia
tidak akan mengerti suatu apapun.
Murid kedua mungkin mendengar dan melihat,
tetapi tidak bisa mengerti maksud katakata
sang guru. Murid ke tiga mungkin mendengar,
melihat dan mengerti maksud sang
guru, tetapi tidak melaksanakan perintahnya.
Murid ke empat mungkin mendengar,
melihat, mengerti dan melakukan perintah sang
guru. Perbedaan tahapan pendengaran
dan penglihatan ini membagi murid-murid pada
kelas yang sama dalam kategori yang
berbeda.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman “Janganlah
berlaku seperti mereka yang berkata
‘kami mendengar’ padahal mereka tidak
mendengar”. Oleh karena itu, supaya kita bisa
mendapat mamfaat dari petunjuk Allah, kita harus
mendengar petunjukNya dengan
sangat penuh perhatian serta sepenuh hati. Qaf #
37
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat peringatan bagi orangorang
yang mempunyai akal atau yang menggunakan
pendengarannya, sedang dia
menyaksikannya.
Menutup telinga dan mata terhadap petunjuk Allah
SWT dan sama sekali tidak memberi
dirimu kesempatan mengambil memanfaat dariNya,
akan sangat mengecewakan. Al-
Baqarah # 171
Dan perumpamaan orang-orang kafir adalah seperti
penggembala yang memanggil
binatang yang tidak mendengar selain panggilan
dan seruan saja . Mereka tuli, bisu dan
buta, maka mereka tidak
mengerti.
Dan dalam Al-Araf 179 dan 182
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk kebanyakan
dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya
untuk memahami dan mereka mempunyai
mata tidak dipergunakannya untuk melihat , dan
mereka mempunyai telinga tidak
dipergunakannya untuk mendengar . Mereka itu
sebagai binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai.
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami,
nanti Kami akan menarik mereka
dengan berangaur-angsur , dengan cara yang tidak
mereka ketahui.
Seseorang akan menyimpang dari jalan lurusNya
bila dikuasai oleh nafsu yang sia-sia.
Dia begitu hanyut dibawa arus nafsunya sehingga
matanya dan telinganya tidak bisa
membedakan mana yang benar dan mana yang palsu.
Al-Jathiya # 23
Maka pernahkah kamu melihat orang yang
menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya
dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan
Allah telah mengunci mati
pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan
atas penglihatannya? Maka siapakah
yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah .
Maka mengapa kamu tidak mengambil
pelajaran?
Bahkan untuk orang yang beriman, menggunakan
telinga dan mata dengan sebaikbaiknya
adalah sangat penting. Penyimpangan apapun dari
petunjuk Allah SWT akan
mendapat hukuman. Al-Isra #
36
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak
mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan dan hati, semuanya itu akan
diminta pertanggungan
jawabnya.
Bahkan sebetulnya kedua indera ini adalah
bagaikan satuan pengaman yang dikirim
Allah SWT, dan mereka akan menjadi saksi ketika
hari pengadilan tiba. Fussilat # 20-23
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka,
pendengaran, penglihatan dan kulit mereka
menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang
telah mereka kerjakan. Dan mereka
berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu
menjadi saksi terhadap kami?" Kulit
mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala
sesuatu pandai berkata telah
menjadikan kami pandai berkata, dan Dia-lah yang
menciptakan kamu pada kali
pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu
dikembalikan". Kamu sekali-sekali tidak dapat
bersembunyi dari kesaksian pendengaran,
penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan
kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui
kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.
Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang
telah kamu sangka kepada Tuhanmu,
Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu
termasuk orang-orang yang merugi.
Oleh sebab itu kita tidak boleh menggunakan
telinga dan mata kita untuk hal- hal selain
amal/perbuatan yang baik. Kita harus
menggunakannya untuk menghormati sang
Pencipta yang telah menganugerahkan indera yang
tak terhingga ini sebagai KaruniaNya.
Hanya sebatas inilah yang bisa kita lakukan
sebagai imbalan hadiah gratis
ini.
|
|
|