Allah SWT telah membekali kita dengan alat yang
amat ampuh untuk memerangi setan
dan pengikutnya dalam bentuk dua surat terakhir
di dalam Al Qur’an.
Hafiz Ibnu Al Qayyim RA mengatakan bahwa kedua
surat ini mengandung manfaat dan
rahmat yang luar biasa kepada manusia. Kedua
surat ini mengusir pengaruh sihir serta
gangguan fisik dan mental lainnya. Sebetulnya,
manusia membutuhkan perawatan dan
pengobatan dari gangguan fisik dan mental ini
lebih banyak daripada kebutuhan bernafas,
makan, serta pakaian. Bila tidak dibebaskan dari
kesusahan ini, kehidupan seseorang
akan sangat menderita walaupun segala kesenangan
duniawi tersedia untuknya. Bahkan
Rasul sendiri pernah terkena pengaruh sihir.
Aisah RA meriwayatkan bahwa seorang munafik
mengirim sihir kepada Nabi
Muhammad SAW. Akibatnya Muhammad SAW menjadi
sakit. Bentuk penyakitnya ini
menyebabkan Nabi merasa seolah telah
menyelesaikan suatu pekerjaan, padahal hal itu
belum dikerjakannya. Jadi hal ini menyebabkan
semacam sifat pelupa. Suatu hari, Nabi
Muhammad SAW bersabda kepada Aisah RA, “Allah
SWT telah memberitahuku
penyebab penyakit ini”. Beliau menambahkan, “Dua
orang mendatangiku di dalam
mimpiku. Satu orang duduk di dekat kepalaku dan
satu orang di dekat kakiku. Orang
yang dekat kepalaku bertanya kepada yang
lainnya, ‘penyakit apakah yang mengenai
Muhammad SAW?’ Ia menjawab, ’Muhammad SW terkena
pengaruh semacam sihir.’
Orang pertama bertanya, ‘Siapa yang melakukan
sihir itu?’. Ia menjawab, ‘Labeed bin
Asam, seorang munafik yang juga teman
orang-orang Yahudi.’ Orang pertama bertanya,
‘Bagaimana cara dia melakukan sihirnya?’. Ia
menjawab, ‘Dengan menggunakan sisir
berikut gigi-giginya.’ Orang pertama bertanya,
‘Dimanakan sisir ini?’. Ia menjawab,
‘Sisir ini dibungkus suatu pembungkus dan
dikubur dibawah batu dalam sebuah sumur.
Sumur ini disebut Zarwaan.’”
Nabi Muhammad SAW pergi ke sumur itu dan
mengambil sisir tersebut. Muhammad
SAW menjadi sembuh kembali. (Bukhari)
Ibnu Al Kathir menjelaskan dari Imam Thalbi
bahwa pada sisir itu terdapat satu benang
dengan sebelas buhul. Allah SWT telah membagi
kedua surat terakhir dari Al Qur’an itu
ke dalam sebelas ayat. Nabi Muhammad SAW telah
menguraikan buhul-buhul itu satu
persatu setiap selesai mengucapkan satu ayat
dari kedua surat terakhir itu. Ketika semua
buhul sudah terurai, dia segera merasa terbebas
dari penyakitnya.
Imam Malik menerangkan dalam bukunya Muwatta,
“Aisah RA meriwayatkan bahwa
bila Nabi Muhammad SAW jatuh sakit, dia selalu
membaca kedua surat terakhir dari Al
Qur’an ini dan sesudah meniup tangannya, dia
mengusap badannya dengan kedua
tangannya itu. Ketika ia sedang sakit parah
menjelang ajalnya, Aisah RA membaca
kedua surat ini dan meniup tangan Nabi. Kemudian
Nabi mengusap hampir seluruh
badannya dengan tangannya.
Sesunggunya tidak ada sesuatu apapun yang bisa
mencelakakan atau menguntungkan
seseorang tanpa kehendak Allah SWT. Oleh karena
itu, agar supaya kita selamat dari
semua bentuk kejahatan, kita harus berusaha
untuk mendapat perlindungan menyeluruh
dari Allah SWT. Janganlah kita hanya memohon
perlindunganNya saja, tetapi juga harus
membuat diri kita calon terbaik untuk memperoleh
perlindunganNya dengan melakukan
amal perbuatan yang baik. Surat Al-Falaq
mengajarkan kita cara untuk mendapatkan
perlindungan Allah SWT dari kejahatan duniawi.
Surat An-Nas juga mengajarkan kita
cara untuk mendapat perlindungan Allah SWT dari
setan yang merusak kehidupan rohani
kita.
Di dalam surat Al-Falaq kita lihat perlindungan
Allah SWT secara spesifik terhadap tiga
hal:
(a) Dari kejahatan malam ketika kegelapannya
turun. Hal ini karena diwaktu malam jin,
setan, binatang buas, serangga, pencuri, dan
musuh-musuh mulai beraksi. Sihir juga
bekerja lebih efektif di waktu malam. Datangnya
fajar menurunkan keampuhan
pengaruhnya.
(b) Dari kejahatan tukang sihir ketika mereka
meniup pada buhul-buhul. Hal ini sangat
merusak karena orang yang berada di bawah
pengaruh sihir biasanya tidak menyadari
adanya sihir yang dikirim kepada dirinya. Ia
terus menerus mencari obat untuk
penyakit yang dideritanya.
(c) Dari kejahatan orang yang cemburu. Ada orang
yang cemburu terhadap kesuksesan
orang lain. Misalnya setan yang cemburu terhadap
Adam dan Hawa.
Membaca surat Al-Falaq melindungi kita terhadap
kejahatan-kejahatan tersebut di atas di
dunia ini.
Uqba bin Amar RA meriwayatkan bahwa Nabi
Muhammad SAW bersabda “Malam ini
diturunkan dua surat kepadaku yang tidak ada hal
lain yang bisa menandinginya. Yaitu
Al-Falaq dan An-Nas.” (Muslim)
Uqba bin Amar RA meriwayatkan bahwa Muhammad SAW
berkata kepadaku di dalam
suatu perjalanan, “Maukah kamu belajar dua surat
yang luar biasa.” Aku menjawab “ya,
ajarkanlah padaku.” Nabi mengajarku surat
Al-Falaq dan surat An-Nas. Ia mengulang
surat-surat yang sama ketika salat Magrib hari
itu. Lalu ia berkata kepadaku, “Kamu
harus membaca kedua surat ini ketika hendak
berangkat tidur maupun ketika baru bangun
tidur.” (Thirmidhi, Abu Dawud, Nasai,)
Ibn-e-Kathir berkata bahwa setan mengikuti
setiap orang dan dia selalu mencoba untuk
membuat dosa menjadi menarik hati orang
tersebut. Bila setan gagal dalam percobaan
ini, ia mencoba untuk menimbulkan riya dan
kesombongan dalam berbagai bentuk ibadah
yang dilakukan seseorang. Setan juga mencoba
menanamkan keragu-raguan di dalam
pengetahuan para cendekiawan. Oleh karena itu,
setan melakukan segala cara untuk
merusak ruhani seseorang. Hanya Allah SWT yang
bisa menyelamatkan kita dari
kejahatan setan. Membaca surat An-Nas akan
memberikan perlindungan Allah SWT.
Anas RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda, “Suatu malam aku
sedang berjalan dengan isteriku Saffiya RA. Dua
orang sahabatku berpapasan denganku
di perjalanan. Aku hentikan mereka dan
kuberitahu bahwa isteriku Saffiya RA
bersamaku. Mereka berkata, ‘Ya Rasul, kami tidak
mempunyai prasangka buruk apapun
di dalam hati kami’. Aku jawab mereka, ‘setan
bisa saja memasukkan keraguan kedalam
hatimu.’”
Oleh karena itu kita harus selalu membuat
persoalan menjadi jelas kepada orang lain agar
keraguan tidak terjadi di antara kita. Hal ini
bisa mengalahkan setan.
Kedua surat terakhir ini adalah pelindung kita
dari setan, dan bisa melindungi kita dari
berbagai kejahatan jasmani maupun ruhani.
Pembukaan maupun penutup Al Qur’an
sungguh-sungguh sangat
menakjubkan.