netLibrary logo Home Search Tools Reading Room Help    
 
   
 
In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful
 
Welcome Islamic Books

BACK TO TABLE OF CONTENTS



RATU SABA

((QUEEN SABA))

Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)

Translated by Titie Wibipriatno and Edited by Ismail Umar

Ibn-e-Kathir meriwayatkan bahwa Saba adalah gelar bagi raja-raja dari Yaman. Ratu

Saba adalah salah satunya. Mereka berkuasa di daerah itu pada waktu seribu tahun

sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Ratu Saba menyerahkan seluruh dinastinya ke tangan

Nabi Sulaiman AS pada sembilan ratus lima puluh tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS.

Al Quran tidak menyebutkan baik nama sebetulnya dari Ratu Saba maupun bagian mana

dari Yaman yang dikuasainya. Al Quran hanya menyebutkan bagian dari cerita itu yang

menjadi petunjuk bagi manusia dan membawa manfaat bagi kemanusiaan. Tetapi, pada

riwayat-riwayat Yahudi Ratu Saba disebut sebagai Bilqis.

Allah SWT telah memberi karunia kepada Sulaiman AS berupa kerajaan yang sangat

unik dalam sejarah kemanusiaan. Ia tidak saja hanya berkuasa di hadapan manusia, tetapi

juga di hadapan burung-burung, hewan-hewan, dan bangsa jin. Cerita tentang Ratu Saba

adalah bukti lain dari apa saja yang bisa dilimpahkan Allah SWT terhadap manusia

pilihanNya.

Cerita Ratu Saba adalah sebagai berikut: Pasukan yang terdiri dari manusia, hewan,

burung, dan bangsa jin selalu berada di sekitar Sulaiman AS dan sangat bersemangat

untuk melayaninya. Suatu hari Sulaiman AS sedang memeriksa pasukannya dan melihat

bahwa seekor burung bernama “Hud Hud” tidak hadir. Beliau berkata “Aku tidak melihat

Hud Hud disini. Jika burung itu tidak hadir karena alasan yang tidak tepat, aku akan

menghukum atau membunuhnya.” Segera begitu Hud Hud muncul dan dengan rendah

hati berkata kepada Sulaiman AS, “Aku datang membawa berita yang sangat penting

untukmu yang tidak kau ketahui sebelumnya.” Hud Hud menambahkan, “Ada seorang

Ratu di Yaman. Ia sangat kaya raya dan kekuasaannya sangat luar biasa. Setan telah

membawanya dan pengikutnya ke jalan yang menyimpang. Mereka memuja matahari,

dan bukan Allah SWT.”

Sulaiman AS berkata, “Aku akan membuktikan pernyataanmu segera. Kirimkan suratku

ini kepadanya, dan kita tunggu reaksi darinya.” Ratu Saba membaca surat itu begitu

sampai kehadapannya. Kemudian ia berkata kepada penasihatnya, “Surat ini dari

Sulaiman AS yang menyatakan ‘Aku memulai dengan menyebut nama Allah SWT, yang

Maha Pemurah dan Penyayang. Janganlah tunjukkan kesombongan dan kecongkakan

kepadaku, dan datanglah kepadaku sebagai seorang Muslim.’” Ia kemudian berkata

kepada penasihatnya, “Aku selalu meminta nasihatmu dalam hal-hal penting, katanka apa

yang harus kulakukan?” Penasihat menjawab, “Kita tidak perlu khawatir tentang surat ini

karena kita sangat berkuasa. Tetapi bagimanapun keputusan terakhir tetap berada di

tanganmu.” Kata Ratu Saba “Walaupun kita sangat berkuasa, kita harus berhati-hati

dalam menghadapi Sulaiman AS. Menurutku, pertama-tama kita harus menguji berapa

besarkah kekuasaannya. Sesungguhnya cara surat ini tiba dihadapanku mengisyaratkan

bahwa kita harus berhati-hati dalam menghadapi Sulaiman AS. Akan ku kirim utusan

untuk membawa hadiah yang mahal. Dengan cara ini tidak saja mereka bisa mengukur

kekuasaannya, tapi juga menduga apa yang ada dalam pikirannya. Aku tidak

menyarankan untuk berperang melawannya kalau ia seorang yang lebih kuat. Penyerang

selalu merusak kota yang dikalahkannya dan mempermalukan penduduknya. Kita harus

menghindarkan ancaman yang tidak diharapkan ini.”

Utusan Ratu Saba menyerahkan hadiah-hadiah berharga itu kepada Sulaiman AS.

Sulaiman AS berkata kepada mereka, “Kamu dan Ratumu sungguh telah menyalahartikan

pesanku. Ambillah kembali barang yang kau sebut hadiah ini kepada Ratumu

karena Allah SWT telah memberiku karunia yang jauh lebih berharga daripada ini.”

Beliau menambahkan, “Ingatkan Ratumu untuk mematuhi pesanku segera. Kalau ia gagal

melaksanakannya, aku akan tiba dengan pasukanku. Kalian tidak akan bisa melawan

pasukanku. Kami akan mengusir kalian dari kotamu dan mempermalukan kamu

sekalian.”

Utusan itu menyampaikan peringatan Sulaiman AS itu kepada Ratunya dan

memberitahunya tentang kebesaran kekuasaan Sulaiman AS karena ia menguasai baik

manusia, burung, hewan, maupun bangsa jin. Ratu Saba menyimpulkan bahwa berperang

melawan Sulaiman AS adalah sama saja dengan mengundang kehancuran dirinya. Ia

memutuskan untuk menyerah kepada Sulaiman AS. Ketika ia bergerak memulai

perjalanannya menemui Sulaiman AS, Allah SWT memberitahu Sulaiman AS tentang hal

ini dengan menurunkan wahyu kepadanya.

Sulaiman AS memerintahkan pembantu-pembantunya, “Aku mau singgasana Ratu Saba

dipindah kesini sebelum ia tiba ke kerajaanku. Siapa yang akan melakukan pekerjaan

ini.” Seorang jin yang sangat kuat dan cerdik berkata, “Aku bisa membawa

singgasananya kesini sebelum petang tiba.” Seorang yang berpengetahuan luas dalam

kitab berkata, “Aku bisa membawanya kesini dalam sekejap mata.” Ketika Sulaiman AS

menengok, ternyata singgasana itu telah tiba di istananya. Sulaiman AS dengan rendah

hati mengucapkan terimakasihnya kepada Allah SWT atas segala karuniaNya, termasuk

dengan dipindahkannya singgasana dalam sekejap saja. Para Nabi tidak menjadi

sombong karena peristiwa-peristiwa seperti ini. Mereka bahkan semakin merendahkan

dirinya kepada Allah SWT.

Sulaiman AS kemudian memerintahkan untuk sedikit merubah penampilan singgasana

Ratu Saba untuk menguji kecerdasannya. Ratu Saba tiba di istana Sulaiman AS dan

beliau bertanya kepada nya, “Apakah ini singgasanamu?” Ia melihat dan berkata,

“Kelihatan seperti singgasana milikku.” Kemudian ia menambahkan, “Aku telah cukup

mengetahui tentang kekuatan dan kebesaranmu yang luar biasa, tetapi kejadian

memindahkan singgasanaku kesini menambah bukti keunggulanmu. Aku dengan rendah

hati menyerah kepadamu.” Dengan cara ini ia mengira telah memenuhi seluruh

permintaan Sulaiman AS dalam suratnya.

Sulaiman AS sangat cerdik. Ia menggunakan cara lain untuk memperlihatkan ke-Maha-

Kuasaan Allah SWT kepada Ratu Saba. Sulaiman AS memerintahkan bangsa jin untuk

membuat sebuah istana yang luar biasa indah. Lantai dari balairungnya terbuat dari kaca

tembus cahaya. Sebuah kolam air juga dibuat didekatnya. Dengan kehebatan

pembangunan istana ini, terlihat seolah air dari kolam tersebut mengalir ke balairung.

Ratu Saba diminta untuk menginap di istana tersebut. Ketika ia memasuki istana, ia

menyinsingkan pakaian dekat kaki sehingga terlihat betisnya. Sulaiman AS berkata

kepadanya, “Itu bukan air yang mengalir, melainkan hanya permukaan kaca.” Pada waktu

itu Ratu Saba meyakini bahwa segala kelebihan ini telah dilimpahkan kepada Sulaiman

AS oleh Penguasa Tertinggi. Ia bersaksi, “Aku menyerah bersama Sulaiman AS kepada

Pencipta Sekalian Alam.” Oleh karena itu ia menjadi seorang Muslim. Inilah tujuan

utama dalam surat Sulaiman AS kepadanya. Ia juga membawa seluruh dinastinya yang

besar di bawah kekuasaan Sulaiman AS. Beberapa ulama meriwayatkan bahwa ia

menikah dengan Sulaiman AS walaupun Al Quran dan Hadith tidak menyebutkannya.

Allah SWT telah menjelaskan cerita Ratu Saba dengan sangat tepat di dalam surat Al-

Naml # 20-44

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud,

apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya

dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia

datang kepadaku dengan alasan yang terang". Maka tidak lama kemudian (datanglah

hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum

mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang

diyakini, Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan

dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati

dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan

mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari

jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah

Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang

mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada

Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai `Arsy yang besar".

Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orangorang

yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada

mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka

bicarakan"

Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku

sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)

nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa

janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai

orang-orang berserah diri". Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku

pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan

sebelum kamu berada dalam majelis (ku)". Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang

yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam

peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang

akan kamu perintahkan". Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu

negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia

jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan

mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu

apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.

Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah (patut)

kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik

daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan

hadiahmu. Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan

bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir

mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan)

yang hina dina".

Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang

sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai

orang-orang yang berserah diri". Berkata `Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku

akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu

berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya

lagi dapat dipercaya". Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku

akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala

Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk

kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan

ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk

(kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku

Maha Kaya lagi Maha Mulia". Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka

kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak

mengenal (nya)". Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah

singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah

diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri".

Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan

keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai

istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya.

Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca".

Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku

dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".

Semua ulama sependapat bahwa surat dari Sulaiman AS kepada Ratu Saba adalah sangat

unik di dalam sejarah kemanusiaan. Sulaiman AS dengan tegas telah menyebutkan

tentang kebesaran Allah SWT, bersamaan dengan perkenalan dirinya. Ia juga

memperingatkan Ratu Saba agar tidak memamerkan kekuasaannya, dan kemudian

memerintahkan agar dia menyerah kepada dibawah kekuasaannya. Bahkan perintah

terakhir adalah yang paling jelas. Ia memerintahkan Ratu Saba untuk menyerahkan

dirinya kepada Allah SWT dan datang ke istananya sebagai seorang Muslim. Tidak ada

manusia manapun yang sanggup menulis surat yang demikian singkat, komprehensif, dan

jelas. Surat ini juga adalah mukjizat yang lain dari Sulaiman AS.

Sesungguhnya Allah SWT mengkaruniakan kekuasaan, kebijaksanaan, dan kerendahan

hati kepada siapapun yang dipilihNya.