Abdullah Ibn Masood RA dan Abdullah Ibn Abbas RA
meriwayatkan bahwa dua orang
mendatangi Nabi Daud AS mengenai suatu
pertikaian. Yang mengadu mengatakan
bahwa biri-biri dari orang satunya lagi telah
merusak seluruh tanamannya. Nabi Daud AS
menjawab bahwa harga dari tanamannya adalah sama
dengan harga sekawanan biri-biri
itu. Oleh karena itu si pengadu berhak mengambil
seluruh kawanan biri-biri itu sebagai
ganti rugi untuk tanamannya. Ketika itu Sulaiman
AS baru berumur 11 tahun dan
kebetulan sedang duduk disamping ayahnya.
Sulaiman AS berkata, “Walaupun ini
adalah keputusan yang sangat adil, tetapi dengan
rendah hati saya menyarankan agar
kawanan biri-biri itu diberikan kepada pihak
pengadu untuk sementara saja untuk diambil
susunya dan wolnya. Sementara itu pemilik ternak
harus bekerja di kebun pengadu untuk
menanam tanaman baru. Ketika tanaman baru itu
sudah pulih kembali, kawanan biri-biri
itu harus dikembalikan kepada pemilik
sebelumnya”. Nabi Daud AS sangat terkesan atas
keputusan cerdas yang diambil anaknya.
Imam Baghvi meriwayatkan bahwa Nabi Daud AS
meninggal ketika Nabi Sulaiman AS
berumur hanya tiga belas tahun. Allah SWT
mewariskan kerajaan serta kenabian ayahnya
kepada Sulaiman AS. Sulaiman AS berkuasa selama
empat puluh tahun dan ia mulai
melakukan pembangunan Bait-ul-Quds pada tahun ke
empat kekuasaannya.
Allah SWT memberi Nabi Sulaiman AS mukjizat yang
unik pada beberapa hal dan
diantaranya seperti disebutkan berikut:
1. Seperti ajahnya Daud AS, beliau bisa mengerti
bahasa burung-burung dan
binatang lainnya. An-Naml #
15-16