netLibrary logo Home Search Tools Reading Room Help    
 
   
 
In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful
 
Welcome Islamic Books

BACK TO TABLE OF CONTENTS



NABI SULAIMAN AS

((PROPHET SULAIMANbvg AS))

Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)

Translated by Titie Wibipriatno and Edited by Ismail Umar

Nabi Sulaiman AS adalah putra dari Nabi Daud AS. Mereka adalah keturunan dari Nabi

Ibrahim AS.

Kaum Yahudi dan Kristen menganggap Sulaiman hanya sebagai seorang raja saja, dan

bukan seorang nabi. Di dalam Quran jelas disebutkan bahwa ia adalah seorang nabi yang

dipilih oleh Allah SWT. An-Nisa # 163

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah

memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah

memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma`il, ishak, Ya`qub dan anak cucunya,

`Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Nabi Sulaiman AS adalah seorang yang cerdas sejak dari kecil. Allah SWT telah

menjelaskannya di dalam Al-Anbiya # 78-79

Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan

mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan

kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,

maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih

tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan

telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama

Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.

Abdullah Ibn Masood RA dan Abdullah Ibn Abbas RA meriwayatkan bahwa dua orang

mendatangi Nabi Daud AS mengenai suatu pertikaian. Yang mengadu mengatakan

bahwa biri-biri dari orang satunya lagi telah merusak seluruh tanamannya. Nabi Daud AS

menjawab bahwa harga dari tanamannya adalah sama dengan harga sekawanan biri-biri

itu. Oleh karena itu si pengadu berhak mengambil seluruh kawanan biri-biri itu sebagai

ganti rugi untuk tanamannya. Ketika itu Sulaiman AS baru berumur 11 tahun dan

kebetulan sedang duduk disamping ayahnya. Sulaiman AS berkata, “Walaupun ini

adalah keputusan yang sangat adil, tetapi dengan rendah hati saya menyarankan agar

kawanan biri-biri itu diberikan kepada pihak pengadu untuk sementara saja untuk diambil

susunya dan wolnya. Sementara itu pemilik ternak harus bekerja di kebun pengadu untuk

menanam tanaman baru. Ketika tanaman baru itu sudah pulih kembali, kawanan biri-biri

itu harus dikembalikan kepada pemilik sebelumnya”. Nabi Daud AS sangat terkesan atas

keputusan cerdas yang diambil anaknya.

Imam Baghvi meriwayatkan bahwa Nabi Daud AS meninggal ketika Nabi Sulaiman AS

berumur hanya tiga belas tahun. Allah SWT mewariskan kerajaan serta kenabian ayahnya

kepada Sulaiman AS. Sulaiman AS berkuasa selama empat puluh tahun dan ia mulai

melakukan pembangunan Bait-ul-Quds pada tahun ke empat kekuasaannya.

Allah SWT memberi Nabi Sulaiman AS mukjizat yang unik pada beberapa hal dan

diantaranya seperti disebutkan berikut:

1. Seperti ajahnya Daud AS, beliau bisa mengerti bahasa burung-burung dan

binatang lainnya. An-Naml # 15-16

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan

keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari

kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman". Dan Sulaiman telah mewarisi

Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara

burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar

suatu kurnia yang nyata".

2. Angin sepenuhnya berada dibawah kendali Nabi Sulaiman AS. Al-Anbiya # 81

Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang

tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah

memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

dan di dalam Sad # 36

Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik

menurut ke mana saja yang dikehendakinya,

dan di dalam Saba # 12

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi

sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan

perjalanan sebulan (pula)

Disini Qur’an menyebutkan tiga hal:

Pertama bahwa angin berada dibawah kendalinya. Kedua, bahkan angin taufan

yang paling besarpun bagi Sulaiman AS terasa nyaman dan lembut. Ketiga,

walaupun terasa lembut dan menyenangkan, angin ini berhembus sangat cepat

sehingga bisa membawa dia menuju tempat sejauh satu bulan perjalanan hanya

dalam satu pagi, samahalnya dia dapat menempuh perjalan sejauh satu bulan

dalam satu sore saja.

3. Sulaiman AS senang sekali membuat bangunan dan istana yang menakjubkan.

Allah SWT mempermudah pekerjaannya dengan memberinya pancuran tembaga

cair. Saba # 12

dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang

bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan

siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan

kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

Ibn-e-Kathir meriwayatkan bahwa pancuran-pancuran ini berada di Yaman.

4. Mukjizat lain dari kekaisaran Sulaiman AS adalah bahwa Allah SWT membuat

agar seluruh binatang, burung dan jin berada dibawah kendali Sulaiman AS.

Bahkan Sulaiman AS memohon kepada Allah SWT untuk memberinya karunia

berupa kekaisaran yang tidak akan pernah dimiliki oleh siapapun sesudahnya.

Sad # 35

Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan

yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah

Yang Maha Pemberi".

Allah SWT mengabulkan permohonannya. Bangsa Jin diperintahkan untuk

mengerjakan berbagai tugas untuk Sulaiman AS. Saba # 12-13

Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah

kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara

mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya

menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya

dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang

(besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).

Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali

dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

Satu tugas penting yang diberikan kepada para jin tersebut adalah membangun

Masmid Al-Aqsa dengan cara yang sangat menakjubkan dan mewah. Harus

dicatat disini bahwa Sulaiman AS hanya membangun kembali masjid ini, sama

seperti Ibrahim AS membangun kembali Masjid Al-Haram di Makkah. Hadits

berikut sangat penting artinya.

Pada suatu waktu Abu Dhur Al-Gaffari RA bertanya kepada Nabi Muhammad

SAW “Masjid apakah yang pertama kali dibangun di dunia ini? Nabi Muhammad

SAW menjawab “Masjid Al-Haram.” Abu Dhur RA bertanya lagi “Masjid apakah

yang kedua dibangun di dunia ini?” Nabi Muhammad SAW menjawab “Masjid

Al-Aqsa”. Akhirnya Abu Dhur bertanya, “Berapa lamakah jarak antara kedua

kejadian itu?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Empatpuluh tahun.” (Bukari

dan Muslim)

5. Percakapan yang menarik antara semut-semut telah disebutkan di dalam An-

Namal # 16-19

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah

diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu.

Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata". Dan

dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu

mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai

di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam

sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya,

sedangkan mereka tidak menyadari"; maka dia tersenyum dengan tertawa karena

(mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo`a: "Ya Tuhanku, berilah aku

ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan

kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh

yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam

golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

Dengan cara ini Allah SWT telah menunjukkan kepada pembaca, mukjizat yang

dikaruniakan kepada Daud AS dan Sulaiman AS. Mereka bahkan bisa mengerti bahasa

dari serangga yang teramat kecil seperti Semut dari jarak yang jauh. Ini adalah tandatanda

dari Allah SWT dan mukjizat bagi Sulaiman AS. Hal ini memperkuat keimanan

para pembaca terhadap kekuasaan Allah SWT dan pahala yang bisa dikaruniakanNya

kepada manusia pilihanNya. Kejadian ini begitu pentingnya sehingga bagian dari Quran

ini disebut “An-Namal” atau “Sang Semut”.

Sebagai penutup harus dicatat bahwa banyak cerita-cerita yang memalukan diciptakan

orang mengenai Sulaiman AS dan Daud AS dalam proses penterjemahan berbagai versi

Bible yang terdapat dimasa kini. Semoga Allah SWT menuntun penyebar cerita ini

menuju bimbingan Allah SWT yang bersih dari pencemaran dalam bentuk Quran dan

keaslian ucapan-ucapan Nabi Muhammad SAW. Amin.