Diriwayatkan oleh Qurtabi bahwa Nabi Muhammad
SAW bersabda: “Jangan berkhianat.
Jangan menyelidiki rahasia orang lain, karena
bila seseorang menyelidiki rahasia orang
Muslim, Allah SWT akan membuka seluruh
rahasianya. Kemudian, bila Allah SWT
ingin membuka rahasia seseorang, orang itu akan
dipermalukan meskipun ia berada di
dalam rumahnya sendiri.”
Oleh karena itu peraturan bertamu ini memberikan
solusi yang adil dan seimbang
terhadap bermacam-macam penyakit masyarakat.
Peraturan ini tidak hanya tertulis di atas
kertas saja. Nabi Muhammad SAW dan para
sahabatnya betul-betul mempraktekkannya
sehingga menciptakan ummat yang sangat
mengagumkan. Beberapa contoh bisa dilihat
di bawah ini.
Imam Malik RA menulis di dalam bukunya Mwatta,
seperti diriwayatkan oleh Atta bin
Yasar bahwa seseorang mendatangi Nabi Muhammad
SAW dan bertanya, “Haruskan aku
minta permisi untuk masuk ke rumah ibuku?” Nabi
Muhammad SAW menjawab, “Ya”.
Orang itu berkata, “Ya Nabi, aku tinggal bersama
ibuku di dalam rumah itu”. Kembali ia
diperintahkan agar tidak masuk ke dalam rumah
itu tanpa ijin. Ia bertanya lagi, “Ya
Nabi, aku berada di dalam rumah itu terus
menerus untuk melayaninya.” Nabi
Muhammad SAW menjawab, “Engkau harus meminta
ijin dulu. Maukah kamu melihat
ibumu dalam keadaan berpakaian tidak layak?” Ia
menjawab, “Tidak.” Nabi bersabda,
“Karena itulah ijin masuk diperlukan, untuk
menghindari hal-hal seperti itu.”
Ibn-e-Kathir berkata bahwa tidak diharuskan
meminta ijin masuk bila istrimu tinggal di
dalamnya sendiri. Tetapi, bagaimanapun, dianggap
pantas bila anda melakukannya.
Sebagai contoh, istri Abdula bin Masood RA
berkata, “Suamiku biasa mengetuk pintu
sebelum memasuki rumah supaya ia tidak melihat
aku dalam keadaan yang tidak
disukainya.”
Cara yang benar untuk meminta ijin adalah
pertama dengan mengucapkan ‘Salaam’ lalu
mengetuk pintu, atau menekan bel. Bila penghuni
rumah menanyakan identitas anda,
segeralah berikan nama lengkap anda. Jangan
hanya diam atau menjawab “saya”. Hal
ini bisa menyebabkan kegelisahan, kekuatiran,
atau ketakutan di dalam hati penghuni
rumah.
Bila tidak ada jawaban dari dalam rumah setelah
‘Salam’ yang diikuti degan ketukan di
pintu, ulangi lagi usaha ini dua kali lagi. Bila
tetap masih belum ada jawaban, anda tidak
boleh memasuki rumah itu.
Ada beberapa contoh lain yang harus disebutkan
disini agar menjadi jelas. Bila penghuni
rumah meminta anda untuk menunda kunjungan anda
ke hari lain, anda harus
menurutinya. Anda jangan keberatan dengan
permintaannya ini karena mungkin dia
punya alasan yang kuat. Tidak ada alasan apapun
yang mengijinkan anda memaksakan
kehendak anda terhadap orang lain.
Islam adalah agama yang adil dan seimbang. Islam
juga menghargai hak-hak seorang
tamu. Nabi Muhammad SAW
bersabda,