netLibrary logo Home Search Tools Reading Room Help    
 
   
 
In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful
 
Welcome Islamic Books

BACK TO TABLE OF CONTENTS


“Lessons for Every Sensible Person”

Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)

Translated by Ir. H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno


KATA PENGANTAR

Sejarah dalam pandangan Islam bukan sekadar pengetahuan manusia tentang kehidupan masa lalu, tetapi sejarah adalah pengetahuan masa lalu, pelajaran masa kini, dan strategi masa akan datang. Lebih jauh lagi Islam melihat sejarah bagi kehidupan mempunyai arti dan kedudukan dalam membina, memelihara kepribadian dan kewibawaan serta kekuatan umat.

Karenanya nampak jelas nilai penting dari terbitnya buku “Pelajaran Bagi Ulil Abshar” karya Bapak Imtiyaz Ahmad M.Sc. M.Phil. Yaitu buku yang membahas sebuah episode sejarah Islam secara praktis dan sederhana. Terlebih lagi obyek sejarah yang dikemukakan adalah tempat-tempat dan peristiwa-peristiwa monumental yang dilakoni oleh para generasi unggulan disepanjang sejarah umat manusia.


Bahasan utama tulisan sejarah dalam buku ini adalah Madinah, yaitu tanah hijrah yang merupakan basis pergerakan dan perkembangan dakwah Islam di masa Rasulullah SAW. Hal itu menyebabkan Madinah memiliki kedudukan yang sangat mulia. Di Madinah dibangun kekuatan umat Islam, yang didukung oleh kekuatan mentalitas dan moralitas masyarakat Madinah, sekaligus menjadi cikal bakal model masyarakat yang dapat diteladani bagi masyarakat modern.


Diantara peristiwa bersejarah yang ditulis dalam buku ini adalah peristiwa Uhud yang penuh dengan dinamika politik dan strategi militer yang dapat diambil ibroh (pelajaran) bagi generasi muslim saat ini. Demikian pula peristiwa Ahzab, dimana terjadi koalisi kaum kuffar yang melakukan makar terhadap dakwah Islam, khususnya pribadi Nabi SAW.


Aspek penting lainnya dari karya ini adalah penjelasan sederhana tentang tempat-tempat bersejarah di sekitar Madinah, antara lain Quba, Qiblatain, Masjid Al Ijabah, Masjid Al Jumu'ah, Al Ghamamah dan sebagainya. Tempat-tempat tersebut diabadikan sampai saat ini bukan untuk dijadikan tempat keramat yang tanah dan bahan bangunannya dapat membawa berkah bagi kehidupan. Bukan untuk itu. Tempat itu tidak pula hanya untuk dijadikan museum obyek pengkajian dan penelitian sejarah. Lebih dari itu semua, tempat-tempat tersebut hendaknya menjadi penggerak atau pemicu bagi umat untuk meneladani sisi-sisi kenabian Rasulullah SAW dan kepahlawanan para Shahabat RA. (inna fii dzaalika la'ibrotan li ulil-abshor) pada yang demikian itu pelajaran bagi ulil Abshor.

Juga tidak kalah pentingnya dari bahasan karya ini, yaitu sekilas keterangan kegagahan dan kepahlawanan Khulafa Rasyidin. Kehidupan mereka yang sarat dengan nilai-nilai Robbani, bagaimana mereka berafiliasi terhadap nilai-nilai Islam, bagaimana mereka berpartisipasi dalam aktifitas-aktifitas produktif dan inovatif, bahkan kontribusi mereka untuk Islam merupakan hal yang nampak dari sejarah perikehidupan mereka.
Nilai penting lain yang didapat dari terbitnya buku ini adalah sebuah aksiomatika ilmiah, bahwa mempelajari sejarah Islam - pada hakekatnya - adalah mempelajari Islam itu sendiri; sebab sejarah Islam mencerminkan Islam dalam realita kehidupan.


Interpretasi Islam terhadap sejarah berasal dari konsep Islam tentang alam, kehidupan dan manusia. Berdasarkan iman kepada Allah SWT, maka nilai atau keunggulan paling utama sejarah Islam dari sejarah universal adalah adanya pengaruh wahyu Ilahi pada sejarah Islam.
Karenanya upaya distorsi dan/atau mis-interpretasi terhadap sejarah Islam berarti distorsi terhadap agama Islam itu sendiri.


Harapan kita semua, semoga Allah SWT menjadikan kita orang-orang yang pandai membaca, mengkaji dan juga pandai mengamalkan isi kandungan sejarah umat kejayaan Islam dan Umat Islam. Wallahu A'lam Bish showab.

Depok, 13 Syawal 1424H / 7 Desember 2003M
DR. H.M. Idris A. Shomad M.A