“Lessons
for Every Sensible Person”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir.
H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno
PENDAHULUAN
Pengunjung
kota suci Madinah adalah orang-orang yang dimuliakan. Allah
SWT, dengan RahmanNya, telah memilih mereka untuk kunjungan
ini. Masing-masing individu mengupayakan waktu, uang dan
tenaga untuk merealisasikan kesempatan ini. Akhirnya, keinginan
tersebut menjadi kenyataan dan para pengunjung mendapatkan
diri mereka telah menghirup udara kota suci Madinah penuh
nuansa religius. Melakukan shalat berjama’ah di dalam
Masjid Nabi SAW dan membaca Al Qur’an merupakan aktivitas
utama. Kebanyakan pengunjung juga mencoba untuk mengunjungi
beberapa tempat religius dan bersejarah penting lainnya.
Ini dapat diamati dengan melihat beberapa aktivitas rutin
dari perjalanan tersebut. Sebagai contoh, pengunjung memanjatkan
do’a untuk para syuhada perang Uhud dan melakukan shalat
sunat dua raka’at di dalam Masjid yang terletak di
lokasi perang Ahzab.
Aku merasakan beberapa pekerjaan rumah harus dipersiapkan
sebelum berkunjung ke lokasi-lokasi ini, karena dengan
memiliki pengetahuan dasar tentang lokasi yang dikunjung
akan meningkatkan
nilai religius kunjungan tersebut. Sebagai contoh, Allah
SWT telah mengabdikan satu surah penuh dalam Al Qur’an
yaitu Al Ahzab, untuk mendidik kita tentang pelajaran perang
Ahzab. Pelajaran yang diajarkan dari perang Uhud tersebar
di dalam surah Ali Imran. Buku ini berusaha meringkas pelajaran-pelajaran
tersebut tanpa masuk terlalu detil sehingga para pembaca
kebanyakan mempunyai waktu dan keinginan untuk dapat mengambil
manfaat darinya. Aku merasakan bahwa dengan beberapa persiapan
tersebut kunjungan ke berbagai lokasi ini akan menjadi lebih
bermakna. Para pembaca akan menghargai kontribusi dan pengorbanan
nenek moyang mereka. Kunjungan akan menyentuh hati dan mereka
akan membawa pengalaman rohani ke tanah air, dan memberikan
efek yang kekal kepada gaya hidup mereka.
Di dalam buku ini anda juga akan bertemu beberapa komplotan,
yang mana mereka sangat tidak manusiawi dan aneh. Anda
akan melihat bahwa beberapa orang yang sangat kejam hidup
dalam
berbagai zaman. Anda juga akan diperkenalkan dengan beberapa
orang pendahulu Yahudi tetangga Madinah serta kelemahan
dan kekuatan mereka. Adalah sangat penting untuk mengambil
pelajaran
dari kehidupan para Kalifah yang telah ditunjuki jalan
lurus (Kullafa Ur Rasyidin) karena mereka merupakan penunjuk
cahaya
bagi kita. Oleh karena itu pandang sejenak kehidupan atau
kepasrahan mereka.
Aku merasa bahwa buku sejarah menerangkan terlalu detil
sehingga pengunjung kebanyakan tidak bisa mencerna semua
informasi.
Pada sisi lain, panduan Haji dan Umrah tidak menyediakan
pelajaran mengenai peristiwa dan lokasi ini. Buku ini mengambil
jalan tengah untuk meningkatkan kepekaan spiritual para
pengunjung.
Terjemahan ayat-ayat Al Qur’an diambil dari Nobel
Quran oleh Dr. Al Hilali dan Dr. Mohammad Mohsin Ali
(versi bahasa
Indonesia menggunakan terjemahan DEPAG).
Aku berterima kasih kepada saudara Ahmed Bakhtiaruddin,
Syed Rahimuddin dan Hafeezullah telah membantuku dalam
proyek
ini.
Aku senang dapat bertemu dengan Sheikh Muhammad Siddique,
adik kelas dari almamaterku, sekolah P.A.F. Sargotha. Bantuan
saudara Siddique dalam menyiapkan dan mendistribusikan
buklet ini sangat dihargai. Semoga Allah menerima usaha
sederhana
dari kami berdua. Imtiaz Ahmad

Wahai orang-orang yang berwawasan, alangkah sangat bagus
mempunyai kegiatan-kegiatan intelektual. Bagaimanapun, jika
seseorang tidak bisa melihat kebenaran (atau mengambil pelajaran
moral yang baik darinya), kegiatan intelektual tersebut akan
menjadi sia-sia. (Iqbal)
|