“Lessons
for Every Sensible Person”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir.
H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno
PEPERANGAN UHUD
Ringkasan Peperangan
Peperangan
ini dimulai oleh orang kafir untuk melakukan balas dendam
terhadap kekalahan mereka di Perang Badar, dimana
tujuh puluh orang pemimpin terkemuka mereka terbunuh
dan tujuh puluh orang lainnya ditangkap, sementara hanya
empat
belas orang Muslim yang mati syahid.
Orang kafir terdiri dari tiga ribu orang tentara, tiga ribu
ekor unta dan dua ratus ekor kuda. Juga terdapat lima belas
orang wanita didalam angkatan perang ini yang bertindak sebagai
pemandu sorak atau pemberi semangat.
Angkatan perang kaum Muslim pada awalnya hanya terdiri dari
seribu orang tentara. Ketika pasukan Muslim mendekati gunung
Uhud, Abdullah bin Obey, dan kepala orang munafik, tiba-tiba
meninggalkan angkatan perang kaum Muslim dan kembali ke Madinah
dengan para pengikut yang tiga ratus orang. Bapaknya Jaber
mengingatkan mereka akan tugas mereka kepada Allah SWT tetapi
mereka tidak mendengarkannya. Allah SWT menerangkan tentang
orang munafik ini di dalam Ali Imran 167.
dan
supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik.
Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan
Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata: "Sekiranya
kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti
kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada
kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan
mulutnya
apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah
lebih mengetahui
apa yang mereka sembunyikan.
Akhirnya dua angkatan perang berhadapan satu sama lain di
dekat gunung Uhud. Nabi SAW mengatur strategi peperangan
dengan sempurna dalam penempatan pasukannya. Beberapa orang
pemanah ditempatkan pada suatu bukit kecil untuk menghalang
majunya musuh. Pada awalnya musuh menderita kekalahan. Sehingga
banyak dari para pemanah Muslim meninggalkan pos-pos mereka
untuk mengumpulkan barang rampasan. Musuh mengambil kesempatan
ini dan menyerang angkatan perang Muslim dari arah bukit
ini. Banyak dari kaum Muslim yang mati syahid dan bahkan
Nabi SAW mengalami luka yang sangat parah. Orang kafir merusak
mayat-mayat kaum Muslim dan menuju Makkah dengan merasa suatu
kesuksesan.
Rincian Peperangan
Marilah
kita lihat kembali sedikit peristiwa peperangan ini ketika
sekitar beberapa ratus kaum Muslim memerangi tiga
ribu orang kafir yang jauh lebih banyak.
Pada awalnya Zubair bin Awwam RA, Saad bin Abi Waqas RA,
Asim bin Tsabit RA, Ali RA dan Hamzah RA telah membunuh sepuluh
orang dari keluarga yang sama dan tidak ada yang tinggal
dari keluarga ini untuk membawa bendera orang kafir.
Pasukan pemanah pada awalnya melakukan tugas mereka dengan
sangat baik sekali sehingga memperoleh tiga kali kemenangan
dari pasukan musuh. Musuh mulai lari kabur. Seperti disebutkan
didalam Bukhari dan yang diriwayatkan oleh Bra bin Azib RA,
bahkan para pemandu sorak mereka pun lari kocar kacir dan
melepaskan alas kaki (sandal/sepatu) mereka supaya dapat
kabur dengan cepat.
Wahshi, budak Jubair bin Muttan bersembunyi sendirian di
belakang sebuah batu karang dan dengan licik menyerang Hamzah
RA sehingga Hamzah RA mati syahid. Meskipun Hamzah RA telah
dengan jelas pada posisi yang menang.
Pasukan pemanah diperintah oleh Nabi SAW untuk tidak meninggalkan
posisi mereka dalam keadaan apapun juga.Kebanyakan
para pemanah merasakan bahwa Allah SWT telah memberikan
kemenangan
kepada angkatan perang Muslim. Mereka tidak
tahan untuk mengumpulkan barang rampasan musuh yang berharga
tersebut. Abdullah bin
Jubair RA, pemimpin pasukan pemanah mengingatkan
mereka tentang instruksi dari Nabi SAW.
Sangat
disesalkan, Abdullah bin
Jubair RA ditinggalkan di sana dengan
hanya sembilan orang pemanah. Musuh mengambil kesempatan
ini
dan sekali lagi menyerang
para pemanah ini. Kesembilan orang
pemanah ini mati syahid. Pasukan berkuda musuh maju terus
dan mengepung
angkatan perang
Muslim. Kaum Muslim menjadi panik dan
kacau, dan beberapa orang terpaksa melarikan diri untuk
menyelamatkan
diri. Kemenangan
dengan cepat berubah menjadi suatu
keadaan yang sangat mengkhawatirkan.
Bahkan dalam situasi seperti ini banyak
Sahabat yang bertempur dengan perkasa.
Sebagai contoh, seperti disebutkan didalam
Bukhari, Anas bin Nadar RA mati syahid
dengan tujuh puluh
tusukan/tikaman pada badannya. Saudarinya
dapat mengenal badannya hanya dengan tanda
di ujung jarinya.
Nabi SAW ditinggalkan hanya dengan sembilan
orang Sahabat di sekelilingnya. Suatu peperangan
berdarah terjadi di sekitar
Nabi SAW. Tujuh orang Sahabat mati syahid
satu persatu selagi bertahan bersama Nabi
SAW. Seperti disebutkan didalam Bukhari,
hanya Talha bin Ubaidullah RA dan Saad
bin Abi Waqas RA yang
tinggal bertahan bersama Nabi SAW.
Luka-Luka Nabi SAW
Lemparan
batu-batu musuh mengenai Nabi SAW. beliau jatuh, dan salah
satu dari
gigi bagian bawah patah dan bibir
bawah juga terluka. Musuh lainnya melukai dahi
Beliau. Musuh ketiga
memukul Nabi SAW dengan sangat
keras dengan pedangnya. Akibatnya dua cincin pengikat
helm Nabi SAW menembus ke dalam
pipi Beliau. Darah bercucuran dari atas wajah
Beliau.
Pertahanan Nabi SAW
Saad
bin Abi Waqas RA sedang melepaskan panah kepada musuh.
Nabi SAW sangat
senang dengan dia dan mengucapkan
doa yang unik untuknya, “Semoga
Ibu dan Bapakku berkorban untukmu.”
Talha
RA sedang bertempur dengan musuh dengan berani sampai tangannya
terluka
dan jarinya
terpotong. Selagi bertempur
dengan musuh, ia juga melindungi
Nabi SAW dengan dadanya pada saat
kritis tersebut.
Seperti
didituliskan didalam
Tirmidzi, Nabi SAW berkata, “Jika
seseorang ingin melihat Syuhada
berjalan di bumi ini,
lihatlah Talha
bin Obaidullah.”
Seperti
disebutkan didalam Bukhari, Saad bin Abi Waqas
RA berkata, “Pada hari peperangan Uhud aku melihat dua
orang berpakaian putih disekitar Nabi SAW. Mereka sedang
bertempur dengan dahsyat atas nama Nabi SAW. Aku tidak pernah
melihat mereka sebelum dan setelah kesempatan tersebut.” Dalam
riwayat yang lain, mereka
adalah malaikat-malaikat
Jibril AS
dan Mikail AS. Sementara
itu tiga puluh orang Sahabat
mendatangi dengan cepat tempat
tersebut. Masing-masing mereka
menunjukkan
kepahlawanan yang luar biasa
seperti yang tertulis
didalam buku sejarah.
Musuh juga telah menggali beberapa parit
sebagai perangkap. Sungguh sayang, Nabi
SAW jatuh masuk ke salah satu dari parit
tersebut. Lutut Nabi SAW terluka dengan
sangat parah. Ali
RA dan Talha bin Obaidullah RA menarik
beliau keluar dari parit tersebut.
Abu Obaida bin Jarrah RA mencoba mencabut
cincin pengikat helm dari pipi Nabi SAW
dengan giginya. Didalam usaha pertamanya
Abu Obaida RA kehilangan gigi bawahnya.
Dia kehilangan gigi
bawah lainnya saat mencabut cincin pengikat
helm kedua.
Contoh Kepahlawanan
(a) Musab bin Omair RA bertugas memegang
bendera angkatan perang Muslim dan bertempur
dengan sangat dahsyat. Selama
bertempur tangan kanannya terpotong. Ia
memegang bendera dengan tangan kirinya.
Kemudian tangan kirinya juga dipotong
oleh musuh. Ia berlutut dan menjepit bendera
dengan dada dan dagunya. Ia syahid dalam
kondisi seperti ini. Karena
Musab RA sangat mirip dengan Nabi SAW,
orang kafir mengumumkan bahwa Nabi SAW
telah terbunuh. Ini melemahkan semangat
orang-orang
beriman.
(b) Abu Dajana RA berdiri di depan Nabi
SAW dengan punggungnya ke arah musuh untuk
melindungi Nabi SAW. Banyak panah musuh
menancap di punggungnya tetapi ia tidak
bergerak satu inci
pun.
(c)
Ummi Amara RA, suami dan dua orang
putranya
juga berkumpul
disekeliling
Nabi SAW ketika
hanya ada
beberapa orang
Sahabat saja di sekeliling
beliau. Ummi Amara
dengan pedang
terhunus bertahan
bersama Nabi SAW
dari semua arah.
Keseluruhan
keluarga mempertunjukkan
keberanian
luar biasa. Nabi
SAW mengatakan, “Ya
Allah, sayangilah keluarga ini.” Nabi SAW juga mengucapkan
doa berikut untuk keluarga ini, “Ya
Allah jadikanlah
mereka sekeluarga
Sahabatku
di Surga.”
Para Wanita Di Medan Perang
Seperti
disebutkan didalam Bukhari dan diriwayatkan oleh Anas RA,
beberapa orang
Muslimah datang
ke medan perang diakhir peperangan. Mereka membawa kantong
air
untuk memberi
minum kepada tentara yang terluka. Diantara mereka
yaitu Aisyah
RA, Ummi Saleem RA, Ummi Saleeth RA, dan Umm Aiman RA.
Perusakan Mayat Syuhada
Ketika Musab bin Omair RA terbunuh mati
syahid, musuh mengumumkan bahwa Nabi SAW
telah terbunuh karena ia sangat mirip dengan
Nabi SAW. Orang kafir merasakan bahwa misi
mereka telah terpenuhi.
Karenanya orang kafir mulai merusak mayat
para syuhada. Mereka memotong telinga,
hidung, dan bagian-bagian pribadi mereka
dan merangkainya sebagai bukti keberhasilan.
Hindun binti
Utba, isteri Abu Sufyan, membedah perut
Hamzah RA dan mengeluarkan hatinya serta
mengunyahnya untuk melepaskan kemarahannya.
Para penyembah berhala memutuskan untuk
kembali ke Makkah
karena di dalam pandangan mereka, misi
utama mereka telah tercapai.
Status Para Sahabat
Ada tiga faktor, yang menyebabkan berubahnya
kemenangan menjadi kekalahan kaum Muslim
seperti itu.
(a) Pelanggaran terhadap perintah Nabi
SAW oleh pasukan pemanah.
(b) Berita kematian Nabi SAW. Ini melemahkan
semangat banyak orang-orang beriman.
(c) Perselisihan paham di medan perang
tentang perintah Nabi SAW.
Ini disebutkan didalam Ali Imran 152.
Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya
kepada kamu,
ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada
saat
kamu lemah
dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah
(Rasul) sesudah
Allah memperlihatkan
kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang
yang menghendaki
dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat.
Kemudian
Allah memalingkan
kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan
sesungguhnya
Allah telah mema`afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia
(yang dilimpahkan)
atas orang-orang
yang beriman.
Allah SWT berfirman bahwa penderitaan yang
ekstrim ini telah menyortir orang munafik
dari orang-orang yang beriman. Allah
SWT menghibur orang-orang beriman dengan
mengumumkan bahwa Allah SWT telah memaafkan
mereka. Karenanya mereka tidak
perlu untuk mempertanggungjawabkannya di
Hari Pengadilan. Allah SWT Maha Pengasih
kepada kaum Muslim.
Terdapat
keterangan
yang
rinci tentang
situasi
yang
canggung ini didalam
Ali Imran
153 – 155.
(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh
kepada
seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu
yang lain
memanggil
kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan
atas
kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa
yang luput daripada kamu
dan terhadap
apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah
menurunkan kepada kamu keamanan (berupa)
kantuk yang meliputi segolongan daripada
kamu,
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling
di antaramu pada hari bertemu dua pasukan
itu, hanya saja mereka digelincirkan
oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan
yang telah mereka perbuat (di masa lampau)
dan sesungguhnya Allah telah memberi
ma`af kepada mereka. Sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Disini ditunjukkan bahwa itu hanyalah untuk
menguji orang-orang yang beriman. Sebagian
dari orang-orang beriman dipengaruhi
oleh Setan dalam kaitan dengan beberapa
perbuatan mereka. Ada lagi keputusan Allah
SWT yang sangat jelas didalam ayat
terakhir yang menyatakan bahwa Allah SWT
memaafkan para Sahabat karena Allah SWT
adalah Maha Pengampun, Maha Sabar.
Ini merupakan suatu aib meskipun ada dua
keputusan Allah SWT di atas, beberapa orang
berbicara tidak menyenangkan
tentang para Sahabat. Seperti disebutkan
ayat di atas, Allah SWT telah melimpahkan
tambahan barakahNya kepada para Sahabat
dengan membuat mereka tidur nyenyak di
medan perang. Ini
menyegarkan mereka kembali dan membuat
mereka lebih siaga. Perlu dicatat bahwa
tidur nyenyak didalam suatu medan perang
adalah suatu barakah sementara mendirikan
shalat saja sangatlah
susah. Hal yang sama, barakah Allah SWT
juga dilimpahan kepada kaum Muslim yang
merasa cemas didalam peperangan Badar.
Al
Anfal 11.
(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu
mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya,
Perhatikan kekeliruan lain yang dilakukan
para Sahabat dan bagaimana Allah SWT menjawabnya.
Ketika ketua orang munafik
lari dari medan perang dengan tiga ratus
para pengikutnya, ini mempengaruhi moril
dari beberapa kabilah Muslim lainnya.
Sesungguhnya, Bani Hartha dan Bani Salma
menjadi hilang semangat. Mereka mau rasanya
seperti orang munafik dan meninggalkan
angkatan perang Muslim. Allah SWT, karena
ke-Maha PenyayangNya pada para Sahabat,
tidak membiarkan gagasan ini berkembang
lebih lanjut di dalam hati mereka. Melainkan
Allah SWT melindungi
dan mendukung mereka dari kekeliruan ini.
Ali Imran 122.
ketika dua golongan daripadamu ingin (mundur)
karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan
itu. Karena
itu hendaklah karena Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal.
Kedua
kabilah ini
dengan bangga
biasa mengatakan
bahwa, “Allah
SWT adalah
pelindung dan
penolong kami.”
Catat bahwa Allah SWT sangat baik kepada
para Sahabat bahkan ketika mereka melakukan
beberapa kesalahan. Aku kagum betapa
Allah SWT sangat senang kepada para Sahabat
ketika mereka sibuk dengan amalan demi
amalan.
Tidak saja Allah SWT memaafkan para Sahabat
tetapi juga memerintahkan Nabi SAW untuk
ramah kepada mereka. Ali Imran 159.
Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah
dengan mereka dalam urusan itu.
Pikirkan dengan seksama keempat perintah
kepada Nabi SAW berikut.
1. Maafkan para Sahabatmu dengan tuntas
apapun kesalahan mereka.
2. Berdoa untuk mereka.
3. Mohon kepada Allah SWT untuk mengampunkan
mereka.
4. Hormati mereka dan ajaklah mereka untuk
bermusyawarah mengenai hal-hal penting.
Tidak ada agama lain yang mempunyai etika
dan kelapangan hati yang sangat tinggi
seperti ini.
Setelah menelaah kembali petunjuk Allah
SWT ini, bagaimana mungkin seseorang berani
menyalahkan para Sahabat Nabi Muhammad
SAW.
Hadiah Lain Dari Allah Swt
Menuju akhir peperangan Uhud, para penyembah
berhala tampil sebagai pemenang. Mereka
bisa saja menyerang pemukiman Madinah
untuk melakukan perusakan disana. Allah
SWT menanamkan rasa takut ke dalam hati
mereka sehingga mereka memilih kembali
ke Makkah daripada menyerang Madinah. Ali
Imran 151.
Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang
kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah
dengan sesuatu yang
Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat
kembali mereka ialah
neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang
yang zalim.
Aku berharap para pengunjung lokasi perang
Uhud akan mendapat manfaat dari pelajaran
yang diterangkan di dalam buku ini.
Nabi SAW dan para Sahabatnya beristirahat
sejenak di lokasi Masjid Al Mustrah dalam
perjalanan kembali mereka ke Madinah.
Masjid ini berada di jalan sekarang yang
dikenal sebagai jalan Sayyid-Syuhada. Selama
kunjungan ke Masjid ini kita
harus berdoa untuk para pejuang Muslim
dan bandingkan hidup kita yang nyaman dengan
luka yang diderita Nabi SAW dan Sahabatnya.
Semoga Allah menanamkan ketabahan dan ketekunan
para Sahabat Nabi SAW kedalam diri kita.
|