“Lessons
for Every Sensible Person”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir.
H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno
HUBUNGAN AGAMA YAHUDI DENGAN ISLAM (SIMILARITY OF JUDAISM
AND ISLAM)
Agama Yahudi tidaklah berbeda dari Islam. Abdullah Ibnu
Abbass RA meriwayatkan bahwa ajaran yang terdapat di dalam
kitab Taurat yang asli telah dirangkum di dalam Surat Al
Isra ayat 22 - 38. (Mazhari)
Oleh
karena ajaran di dalam ayat-ayat ini kini merupakan bagian
dari Al Qur’an, umat Islam harus juga mengikutinya,
sama seperti para pengikut Nabi Musa AS. Tentu saja,
Tuhan yang Esa mengirim petunjukNya melalui Nabi-Nabi
yang berbeda.
Karenanya ada konsistensi dan keseragaman di dalam dasar
penyampaian wahyu yang diterima oleh para Nabi.
Amal
kebajikan yang dilakukan manusia hanya bisa diterima oleh
Allah
SWT jika mempunyai keimanan yang benar dan amal
perbuatan mereka sesuai dengan bimbingan yang diajarkan
oleh para Nabi mereka. Ayat-ayat tersebut di atas menguraikan
amal perbuatan yang bisa diterima Allah SWT dan tentu
saja, ada imbalan yang melimpah disediakan untuk mereka.
Penentangan
dalam bentuk apapun akan diadili oleh Allah SWT.
Hal
yang pertama dan terpenting adalah keyakinan yang teguh
akan ke-Esa-an Allah SWT. Kemudian segera diikuti
oleh
rasa hormat kepada orang tua. Al Isra 22 - 25
Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping
Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak
ditinggalkan (Allah).
Dan Tuhanmu telah memerintahkan
supaya
kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada
ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya
atau
kedua-duanya
sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak
mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah
dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai
Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik
aku waktu kecil". Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam
hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha
Pengampun bagi
orang-orang yang bertaubat.
Karenanya di antara hak-hak manusia, hak yang paling utama adalah milik
orang tua. Penjelasan yang lebih mendetil tentang rasa hormat untuk
Ibu-Bapak disampaikan
dalam artikel terpisah di dalam buku ini).
Berikutnya, kita diperintahkan untuk memenuhi hak-hak saudara, orang
miskin dan musafir. Al Isra 26 – 27
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat
akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan;
dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros
itu adalah saudara-saudara
syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.
Penjelasan
ayat 26 disampaikan didalam At Taubah 60
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir,
orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang
dibujuk hatinya,
untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan
Allah dan orang-orang
yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan
Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Harap
diingat, bahwa membantu saudara-saudara, orang miskin,
dan musafir ini tidaklah berarti kita melakukan suatu kebajikan
kepada mereka.
Yang kita lakukan
hanyalah memenuhi tugas terhadap mereka.
Sejauh
ini petunjuk mengenai berbagai hak orang-orang adalah sbb:
1. Hak-hak Ibu-Bapak.
2. Hak-hak saudara-saudara.
3. Hak-hak masyarakat.
Ayat
berikut mengajarkan suatu standard yang tinggi mengenai
hubungan antar manusia. Al Isra 28
Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh Rahmat
dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka
ucapan yang pantas.
4.
Jika kamu tidak mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada
mereka, janganlah berlaku kasar kepada mereka. Melainkan
hadapilah mereka dengan
ramah
serta hati yang tulus. Sesungguhnya, jika kita menunjukkan
perilaku seperti ini,
ikatan cinta yang kuat dapat diciptakan antara sesama manusia.
Dua
ayat berikut memberi kita petunjuk untuk mengambil jalan
pertengahan didalam membelanjakan harta kita. Al Isra
29 - 30
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada
lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena
itu kamu
menjadi tercela dan menyesal.
Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang
Dia kehendaki dan menyempitkannya;
sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan
hamba-hamba-Nya.
5.
Oleh karena itu, jangan bersifat kikir, dan janganlah membelanjakan
harta melebihi kemampuan kita. Karena hal
itu akan menyebabkan
kita menderita. Kita tidak bisa memenuhi kebutuhan
orang-orang di sekitar
kita. Hanya
Allah
SWT
yang bisa. Karenanya lakukanlah apa yang kita dapat
tanpa menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan pada diri
sendiri.
Jabber
RA meriwayatkan bahwa suatu ketika seorang anak
laki-laki datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Ibuku
memohon agar Engkau mengirimnya sebuah kemeja.” Muhammad
SAW menjawab “Datang dilain hari ketika
aku sudah mempunyai kelebihan untuk memberi Ibumu.” Anak
laki-laki itu datang kembali dari rumahnya dan
berkata, “Ibuku
memohon untuk memberikan kemeja yang melekat pada
badanmu sekarang.”
Nabi
Muhammad SAW melepas kemejanya dan memberikannya
kepada anak laki-laki
itu. Nabi
ditinggalkan
tanpa kemeja untuk mentutupi badannya. Sementara
itu panggilan azan dikumandangkan dan para Sahabat
menantikan
Nabi Muhammad
SAW didalam
Masjid. Para Sahabat
merasa cemas ketika Nabi Muhammad SAW tidak kunjung
keluar dari rumahnya. Mereka
masuk ke rumahnya dan menemukan dia duduk tanpa
kemeja di badannya. Ayat ini diturunkan untuk
memerintahkan kita agar tidak menyebabkan
kerugian yang
besar
pada diri sendiri. Kita harus melakukan usaha
sebatas maksimal kemampuan kita. Ayat
berikutnya melarang pembunuhan terhadap anak-anak
kita karena takut akan kemiskinan. Al Isra 31
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena
takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki
kepada mereka
dan juga kepadamu.
Sesungguhnya
membunuh mereka
adalah suatu dosa yang besar.
6.
Adalah menarik untuk dicatat bahwa didalam ayat ini Allah
SWT berfirman kepada manusia bahwa
Ia
akan menyediakan
makanan
atau minuman bergizi
untuk anak-anak dan juga untuk mereka. Dengan
kata lain, orang tua mendapatkan keperluan
mereka oleh
karena amal
baik mereka
terhadap
orang miskin dan
yang
lemah. Lagipula
janganlah dilupakan bahwa Allah SWT lah yang
menyediakan segalanya itu dan bukan para orang
tua. Karenanya
tidak masuk akal untuk
membunuh anak-anak
karena takut akan kemiskinan.
Ayat
berikutnya memerintahkan untuk tidak mendekati berzina,
karena itu
adalah suatu perbuatan jahat.
Al Isra 32
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji
dan suatu jalan
yang buruk.
7.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kesederhanaan adalah salah satu bagian
utama dari keimanan.’’ (Bukhari)
Setiap saat kesederhanaan ini dilupakan,
akan mengakibatkan krisis moral dan sosial.
Ayat
33 memerintah kita untuk tidak membunuh orang lain dengan
alasan yang salah. Al Isra
33
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang
diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan
dengan suatu
(alasan) yang benar.
Dan barangsiapa
dibunuh secara zalim, maka
sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan
kepada ahli warisnya, tetapi janganlah
ahli waris itu
melampaui batas
dalam membunuh.
Sesungguhnya
ia adalah orang
yang mendapat pertolongan.
8.
Abdullah Ibnu Masud RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad
SAW bersabda, “Kamu
tidak diijinkan untuk membunuh seorang
Muslim manapun yang percaya akan ke-Esa-an
Allah SWT
dan Muhammad
SAW sebagai
Nabi Nya kecuali
disebabkan tiga kasus
berikut:
(i)
Seorang yang telah menikah terbukti melakukan perzinahan.
(ii) Seseorang yang telah membunuh orang
dengan cara tidak adil. Keluarga
dari orang yang meninggal
berhak
mencari keadilan
melalui para petugas
pemerintah.
(iii) Ketika orang berbalik menjadi
kafir setelah menerima Islam.
9.
Kita telah mengetahui di awal dari artikel ini bahwa tidak
diijinkan
untuk
menjadi pemboros.
Kita
dilarang
boros membelanjakan
uang dari
anak yatim
piatu yang tidak mampu mengurus
harta miliknya. Karenanya memboroskan uang
anak yatim
piatu adalah lebih buruk dibanding
pemborosan uang milik kita sendiri.
10.
Janji yang paling utama yang kita buat adalah pernyataan
kesetiaan
kepada
Allah
SWT, yakni:
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya
tidak ada Tuhan kecuali Allah
SWT dan bahwa
sesungguhnya
Nabi
Muhammad SAW adalah
utusan
Allah.
Kita harus menjalani hidup dengan
semangat yang penuh dari ikrar
ini. Lagipula janji
antara manusia
harus pula
dipenuhi
karena akan ada pertanggungjawaban
atas tiap janji-janji tersebut
pada Hari Kiamat.
Ayat berikut ini menasehati kita
untuk mengukur dan menimbang
dengan tepat.
Al Isra 35
Dan sempurnakanlah takaran apabila
kamu menakar dan timbanglah
dengan neraca
yang benar.
Itulah yang lebih utama (bagimu)
dan lebih baik
akibatnya.
11. Bagian terakhir dari ayat
ini mengingatkan kita bahwa menimbang
dan mengukur dengan
tepat bukanlah hanya baik
menurut norma
agama tetapi juga baik untuk
pertimbangan duniawi. Apa lagi
yang diharapkan dari seorang
manusia
terhormat?
Lagipula, hasil akhir dari mengukur
dan
menimbang dengan benar adalah
baik untuk dua pertimbangan:
(i) Hal itu menghasilkan hubungan
masyarakat yang baik dan mempromosikan
usaha dagang.
(ii) Hal itu akan memungkinkan
pedagang untuk masuk surga dengan
Rahmat Allah
SWT.
Sebuah surat dalam Al Qur’an
dinamai Al Mutaffifin (mereka
yang curang dalam
mengukur dan menimbang) untuk
lebih menarik
perhatian kita pada perihal
yang penting ini. Al Mutaffifin
1 - 3
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang
yang curang, (yaitu) orang-orang
yang apabila
menerima takaran
dari orang
lain mereka minta
dipenuhi, dan apabila
mereka menakar atau menimbang
untuk orang lain, mereka
mengurangi.
Memberi lebih sedikit didalam
ukuran dan timbangan yang
seharusnya berarti
menganiaya
hak orang
lain. Umat Nabi
Syu’aib AS
melakukan tindakan ini, dan
ini adalah satu alasan yang
utama bagi hukuman
mereka dari Allah
SWT.
Tiga ayat berikut adalah perihal
interaksi sosial. Al Isra 36
Dan janganlah kamu mengikuti
apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan
tentangnya.
Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan
dan hati, semuanya
itu akan diminta
pertanggungan jawabnya.
12. Karenanya janganlah percaya
atau mematuhi sesuatu sebelum
kita tahu
pasti tentang kebenarannya.
Jika
anda mengikuti
sesuatu urusan
dengan
membabi buta
tanpa penyelidikan yang memadai,
maka telingamu, hatimu atau matamu,
yang mana
saja yang dilibatkan,
akan ditanya
tentang
urusan itu pada
Hari Kiamat.
Bagian
badan ini akan bertindak sebagai
saksi, Yasin 65.
Pada hari ini Kami tutup mulut
mereka; dan berkatalah
kepada Kami tangan
mereka dan
memberi kesaksianlah
kaki mereka terhadap
apa yang dahulu
mereka usahakan.
Ayat berikutnya memerintahkan
kita untuk tidak menjadi angkuh.
Al
Isra 37
Dan janganlah kamu berjalan di
muka bumi ini dengan sombong,
karena sesungguhnya
kamu sekali-kali
tidak
dapat menembus
bumi dan sekali-kali
kamu tidak
akan sampai setinggi gunung.
13.
Abdullah Ibnu Masud RA meriwayatkan bahwa
Nabi Muhammad
SAW bersabda, “Seseorang
tidak akan mampu
masuk surga jika
ia mempunyai suatu
keangkuhan sekecil
apapun.” (Muslim)
Ayyad
bin Hammad meriwayatkan
Nabi
Muhammad SAW bersabda, “Allah
telah memerintahkan
kita untuk rendah
hati dan sederhana.
Sama sekali tidak
perlu
bagi kamu untuk kejam
atau angkuh kepada
orang lain.” (Muslim)
Allah SWT membenci
pelanggaran terhadap
perintah diatas.
Al
Isra 38
Semua itu kejahatannya
amat dibenci di
sisi Tuhanmu.
Semoga Allah memungkinkan
kita dan bangsa
Yahudi untuk mengikuti
petunjuk
ini.
Amin.
|