“Lessons
for Every Sensible Person”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir.
H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno
KIAT UNTUK HIDUP SUKSES (PRESCRIPTION FOR A SUCCESSFUL
LIFE)
Dalam rangka mencapai suatu hidup yang sukses, kita memerlukan
petunjuk dan bimbingan yang memadai. Tanpa petunjuk seperti
itu seseorang akan tersesat di dalam gelapnya ketidak-tahuan.
Allah SWT menganugerahkan kebijaksanaan dan petunjuk ini
kepada siapapun yang Ia harapkan. Al Baqarah 269
Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam
tentang Al Qur’an
dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi
al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya
orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
Siapakah orang-orang yang berfikir (Ulul Albab) ini? Az Zumar 18
yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah
orang-orang yang mempunyai akal.
Salah satu orang-orang yang berfikir itu adalah Luqman. Luqman 12
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada
Luqman, yaitu: "Bersyukurlah
kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya
ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka
sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
Karenanya
ketika Allah SWT menganugerahkan kebijaksanaan kepada Luqman,
ia dinasehatkan untuk bersyukur kepada Allah SWT atas karunia
ini. Dengan kata
lain, perbuatan bersyukur kepada Allah SWT sendiri adalah suatu bentuk
kebijaksanaan yang paling tinggi. Allah SWT, bagaimanapun,
tidak memperoleh apapun dari ungkapan
rasa syukur kita kepadaNya. Berterimakasih kepada Allah adalah untuk
manfaat kita sendiri. Siapapun yang tidak berterimakasih
kepada Allah, sesungguhnya
Allah tidak membutuhkan suatu apapun. Allah SWT adalah yang paling pantas
mendapat semua pujian.
Luqman
memanggil putranya dan memberinya enam nasihat yang berguna
sebagai
suatu kiat yang lengkap untuk suatu kehidupan yang sukses. Luqman 13
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu
ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
1. Hal yang paling utama didalam Islam ialah Tauhid atau menyembah
satu Tuhan tanpa menyekutukan suatu apapun denganNya. Mereka yang memanjakan
dirinya dengan
menyekutukan Allah SWT disebut musyrik. Allah tidak memaafkan orang
yang musyrik. Allah memaafkan dosa lain kecuali menyekutukanNya. An
Nisa 116
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan
Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa
yang dikehendaki-Nya.
Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya
ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
Itulah
sebabnya mengapa Luqman memperingatkan putranya tentang
dosa menyekutukan Allah sebelum ia memberi nasihat lainnya.
2.
Di dalam surat Luqman ayat 14 dan 15 Allah SWT memerintahkan
kepada
kita untuk menghormati kedua orang Ibu-Bapak kita. Anak-anak
harus mematuhi Ibu-Bapak
mereka kecuali jika orang tua melakukan kegiatan syirik. Luqman
14 - 15
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada
dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam
keadaan
lemah yang bertambah-tambah,
dan menyapihnya
dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang
ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya
memaksamu untuk mempersekutukan
dengan
Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka
janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya
di dunia dengan baik,
dan ikutilah jalan
orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu,
maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
3. Allah mengetahui segalanya di alam semesta ini bagaimanapun
kecilnya atau tak terlihatnya hal itu. Luqman 16
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika
ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam
batu
atau di langit
atau di dalam
bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya).
Sesungguhnya Allah Maha
Halus lagi Maha Mengetahui.
Karenanya janganlah melupakan tentang tanggung-jawabmu pada
Hari Akhir (Pembalasan) mengenai berbagai hal-hal yang kamu
lakukan. Hal ini kemudian
ditekankan lebih
lanjut di dalam Saba 3
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang
kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui
yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi
daripada-Nya seberat zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan
tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan
tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)",
4. Luqman mengingatkan putranya tentang beberapa perintah yang
wajib dan yang penting dari Allah SWT. Melaksanakan perintah
ini akan merupakan
suatu pencapaian
prestasi tertinggi. Luqman 17
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan
yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar
dan bersabarlah
terhadap
apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu
termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Pertama-tama,
kita harus memenuhi kewajiban kita kepada Allah SW. Kita
harus pula bekerja keras untuk meningkatkan kondisi
masyarakat. Tentu
saja hal itu
memerlukan ketabahan dan kesabaran luar biasa.
5.
Luqman memberi pengajaran kepada putranya mengenai bagaimana
cara
memperlakukan orang lain. Luqman 18
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka
bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya
Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Nabi
Muhammad SAW bersabda “Aku dikirim untuk menyempurnakan ahlak yang
baik.” (Mawattah Imam Malik)
Abdullah bin Umar RA meriwayatkan bahwa ia bertanya
kepada Nabi Muhammad SAW “Siapakah
orang Islam yang yang paling terhormat dalam pandangan
Allah SWT?” Muhammad
SAW menjawab “Orang yang mempunyai ahlak
yang terbaik.” (Baihaqi)
Anas
RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang
bisa mencapai tingkat tertinggi di surga dengan
ahlak yang baik sekalipun ia bukanlah
orang yang sangat kuat dalam ibadah atau memuja
Allah SWT. Sebaliknya, seseorang yang selalu
beribadah terhadap Allah SWT akan ditambahkan hukumannya
di neraka
akibat ahlaknya yang buruk terhadap orang lain.” (Thabrani)
Buraida
RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah
tidak akan melihat kearah seseorang dengan kasih sayangNya
bila kainnya terseret-seret di tanah karena
angkuhnya.” (Muslim)
6.
Akhirnya Luqman memberitahu putranya bagaimana cara bersikap
di muka bumi ini. Luqman
19
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan
lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk
suara ialah
suara keledai.
Allah SWT menguraikan
hal ini di dalam Al Isra 37 dengan cara yang
sangat mempesona.
Al Isra
37
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi
ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu
sekali-kali
tidak
dapat menembus bumi
dan sekali-kali
kamu tidak akan
sampai setinggi gunung.
Sebaliknya, para pesuruh Allah SWT yang taat
akan berjalan di muka bumi dengan kesederhanaan,
dan kerendahan
hati. Al
Furqan 63
Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang
itu (ialah) orang-orang yang berjalan
di atas bumi
dengan rendah
hati dan apabila orang-orang
jahil
menyapa mereka,
mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
Di antara beberapa ahlak yang lain, Luqman
memberi pengajaran putranya untuk tidak kasar
kepada
orang-orang dalam berbicara
dan berkomunikasi
dengan mereka.
Karenanya empat hal berikut adalah sangat
penting di dalam berjalan di muka bumi ini:
(i) Jangan angkuh.
(ii) Jangan berjalan di muka bumi ini
dengan congkak.
(iii) Berjalanlah dengan langkah-langkah
yang cukup.
(iv) Jangan berbicara kasar kepada orang
lain.
Hussain
RA meriwayatkan bahwa ia bertanya kepada ayahnya Ali RA, “Bagaimana
cara Nabi Muhammad SAW bersikap ketika
ia menghadapi orang-orang?” Ali
RA menjawab, “Nabi Muhammad SAW
selalu nampak gembira. Ia selalu lembut
ahlaknya
dan orang lain
dibuatnya merasa
nyaman berada di
dekatnya. Baik
pembicaraannya maupun sikapnya tidak
pernah kasar. Ia tidak pernah berbicara
dengan
nyaring.
Ia juga tidak pernah menyebutkan hal-hal
yang tidak pantas. Ia bukanlah orang
kikir dan tidak pernah
menyalahkan orang lain.
Ia akan menunjukkan
sikap
tak acuh terhadap hal yang dibencinya,
dan memilih untuk
tidak berkata apapun tentang
hal itu. Ia tidak pernah memanjakan
dirinya dalam tiga hal berikut:
1. Bertengkar dengan orang lain.
2. Bersikap angkuh.
3. Melakukan sesuatu hal yang sia-sia.” (Tirmidzi)
Allah
SWT berfirman di dalam Al Baqarah 83
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil
janji dari Bani Israil (yaitu):
Janganlah kamu
menyembah selain Allah, dan berbuat
baiklah kepada ibu
bapak, kaum kerabat,
anak-anak yatim, dan orang-orang
miskin, serta ucapkanlah kata-kata
yang baik kepada
manusia,
dirikanlah shalat
dan tunaikanlah
zakat. Kemudian kamu tidak
memenuhi janji itu, kecuali sebahagian
kecil daripada kamu, dan kamu selalu
berpaling.
Berbicaralah dengan orang lain
dengan sopan.
Ketika Allah SWT mengirim Musa
AS dan Harun AS kepada Firaun,
mereka
diperintah untuk:
Taahaa
44
maka berbicaralah kamu berdua
kepadanya dengan kata-kata yang
lemah lembut,
mudah-mudahan ia ingat atau takut".
Perhatikan
bahwa tidak ada pembicara lebih baik daripada Musa AS dan
Harun AS dan tidak
ada pendengar
yang
lebih buruk dibanding
Firaun.
Oleh karena itu
tiap-tiap pembicara harus berbicara
dengan sopan kepada pendengarnya.
Dengan
mengikuti petunjuk Luqman
kepada putranya ini, seseorang
dapat dengan
pasti mencapai
kehidupan yang
sukses. Dalam
rangka menarik
perhatian kita
terhadap nasihat Luqman yang
penting ini, Allah SWT telah
memberi nama
surat dalam
Al
Qur’an ini Luqman.
Saya
(Penulis) berharap agar
tiap-tiap bapak mengingatkan
anak-anaknya
tentang kata-kata
bijak ini.
|