netLibrary logo Home Search Tools Reading Room Help    
 
   
 
In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful
 
Welcome Islamic Books

BACK TO TABLE OF CONTENTS


“Lessons for Every Sensible Person”

Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)

Translated by Ir. H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno


PARA NABI DAN UMMATNYA (PROPHETS AND THE PEOPLE)

Allah SWT menurunkan para Nabi kepada semua bangsa untuk memberi mereka petunjuk. An Nahl 36

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap ummat : "Sembahlah Allah , dan jauhilah Thaghut itu",

Juga di dalam Fathir 24

Dan tidak ada suatu ummatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.

Dan di dalam Ar Raad 7

dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

Kita mengenal beberapa Nabi di dalam Al Qur’an dan banyak lainnya yang tidak kita kenali.
Para Nabi ini memberi petunjuk kepada ummatnya untuk menjalani hidup yang beriman, damai, dan mulia. Para Nabi tidak meminta balas jasa atas pekerjaannya yang tulus buat kemanusiaan ini.

Sebagai contoh, Nabi Luth AS bersabda: Ash Shuara 164

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.

Pelayanan yang sangat tulus dan penuh dedikasi dari para Nabi ini sangat menakjubkan, sedangkan reaksi dari para ummatnyapun tidak kalah mengherankan. Sebagai contoh Nabi Nuh AS, ia hidup diantara ummatnya selama sembilan ratus lima puluh tahun lamanya. Gambaran dakwahnya yang tiada henti selama 910 tahun dijelaskan di dalam Nuh 5 - 12

Nuh berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari. Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya dan mereka tetap dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka dengan cara terang-terangan, kemudian sesungguhnya aku mereka dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan untukmu sungai-sungai.

Kita lihat bahwa Nabi Nuh AS mengajak ummatnya di siang hari maupun malam hari, dengan diam-diam maupun dengan terbuka, dengan keras maupun dengan lunak. Yang dia minta dari Allah SWT hanyalah ampunanNya terhadap dosa-dosa mereka karena Ia adalah Maha Pengampun dan Penyayang. Sebagai contoh ketika ummatnya meminta ampun dari Allah SWT, Ia mengirimkan hujan sebagai bukti pengampunanNya kepada mereka. Hujan membawa hasil bumi yang melimpah ruah serta harta dan kesejahteraan.

Ummatnya, sebaliknya, menanggapi panggilan Nuh AS dengan mencemooh, mereka memasukkan jarinya ketelinga sebagai tanda bahwa mereka tidak mau mendengar himbauannya apapun yang dikatakannya. Beberapa bahkan menutupi badannya dengan selimut seolah-olah mereka tidak mau berurusan apapun dengan Nuh AS. Dalam bahasa kasarnya mereka mengusir Nabi mereka dan tidak perduli apapun yang dikatakannya. Ummatnya sangat congkak dan keji terhadap Nuh AS. Sebagai diriwayatkan oleh Dhihak, Ibnu Abbas RA bahwa ummatnya sering memukul Nabi Nuh AS sampai ia tersungkur. Mereka membungkusnya dengan selimut dan membuangnya disuatu tempat dengan harapan agar ia mati. Ketika Nabi Nuh AS siuman, ia berdoa kepada Allah SWT agar Ia mengampuni ummatnya karena mereka tidak mengerti. Dengan cara ini ia telah berdakwah kepada tiga generasi karena ia dikaruniai Allah SWT umur yang panjang sebagai mukjizatNya. Nuh AS berharap bahwa generasi yang berikutnya akan lebih peduli terhadap himbauannya. Sayangnya, setiap generasi yang mendatang bahkan lebih buruk daripada generasi sebelumnya. Selama 950 tahun hanya sedikit ummatnya yang mau menerima petunjuk.

Biasanya orang miskin lebih mudah menerima dakwahnya. Hal ini membuat marah orang-orang kaya karena mereka tidak mau disatukan dengan orang miskin. Ash Shuara 111 - 115

Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?". Nuh menjawab: "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? Perhitungan mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari. Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Aku tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".

Sangat menarik untuk diketahui bahwa ketika Raja Habsha bertanya kepada Jaffar RA “Orang yang bagaimanakah yang menerima petunjuk Nabi Muhammad SAW?” Jaffar RA menjawab: “Biasanya mereka adalah orang miskin.” Raja Habsha berkesimpulan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah benar-benar seorang pesuruh Allah SWT karena hal yang sama berlaku terhadap Nabi-Nabi sebelumnya.

Reaksi yang biasa dilakukan oleh orang kaya dijelaskan di dalam Al Qur’an. Saba 34 - 35

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya". Dan mereka berkata: "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak dan kami sekali-kali tidak akan diazab.

Allah SWT berfirman kepada orang-orang kaya ini. Saba 37

Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amAl amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).

Manusia beranggapan bahwa bila mereka mengikuti ajaran yang bertentangan dengan ajaran orang tua mereka sebagai tidak menghormati nenek moyangnya. Ini adalah hambatan terbesar dalam menerima petunjuk Allah SWT. Al Baqarah 170

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?"

Orang yang mencari kebenaran yang hakiki akan dengan ikhlas membuang semua bentuk kecurigaan dan keraguan, Allah SWT pasti akan menunjukkan mereka “Jalan yang Lurus.” Al Ankabut 69

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan dan keberanian untuk mencari kebenaran yang sejati.

Kebanyakan dari para Nabi diturunkan hanya kepada satu bangsa atau satu daerah tertentu. Tetapi Nabi Muhammad SAW diturunkan untuk seluruh ummat manusia. Saba 28

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

Nabi Muhammad SAW bukan hanya seorang Nabi untuk seluruh ummat manusia, tetapi seluruh Firman Allah SWT yang diberikan melaluinya akan terjaga dalam bentuk aslinya sampai hari Pengadilan nanti. Al Hijr 9

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Oleh karena itu tidak perlu lagi diturunkan Nabi lain. Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Jabar, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Allah SWT telah memberiku lima karunia yang tidak diberikanNya kepada Nabi-Nabi sebelumku:

1. Allah SWT telah membantuku sehingga musuh-musuhku merasa takut kepadaku dari jarak yang sama dengan jarak perjalanan satu bulan.

2. Allah SWT mengijinkan ummatku bersembahyang dimana saja ada tempat bersih, dan menggunakan debu sebagai pengganti air untuk berwudhu bila tidak ada air.

3. Ummatku diijinkan mengambil dan menggunakan harta rampasan perang.

4. Allah SWT mengijinkanku untuk memberi syafaat yang terbanyak dihari Pengadilan

5. Nabi-Nabi lain dikirim khusus untuk satu bangsa atau satu daerah. Aku dikirim untuk seluruh manusia, jin, dan alam semesta. (Bukhari dan Muslim)

Beruntunglah kita karena Allah SWT telah menciptakan kita diantara sesama pengikut Nabi Muhammad SAW. Mussab bin Saeeed RA Berkata bahwa kita harus mengucapkan doa berikut agar bisa menjadi bagian terpadu dari ummat Nabi Muhammad SAW. Al Hashr 10

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".