netLibrary logo Home Search Tools Reading Room Help    
 
   
 
In the name of Allah, Most Beneficent, Most Merciful
 
Welcome Islamic Books

BACK TO TABLE OF CONTENTS


“Lessons for Every Sensible Person”

Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)

Translated by Ir. H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno


PENDAHULUAN (INTRODUCTION)

Mengapa ada “Reminders for the Peoples of Understanding” - Peringatan bagi Orang yang Berfikir (Ulul Albab)? Siapa saja Ulul Albab ini? Al Qur’an menjawab pertanyan ini dengan sangat tepat dan cantik. Allah SWT berfirman dalam Shad 29

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.

Karakteristik dari Ulul Albab ini diterangkan dalam Az Zumar 18

yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

Mengapa peringatan penting? Bahkan manusia yang tuluspun dapat melupakan sesuatu dengan gampang. Itulah sebabnya mengapa Allah SWT berfirman kepada Muhammad SAW. Adz Dzariyat 55

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfa`at bagi orang-orang yang beriman.

Juga dalam Az Zumar 9

ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada akhirat dan mengharapkan Rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Begitulah kenapa berulang-ulang disebutkan dalam Al Qur’an. Hanya para Ulul Albab lah yang dapat mengingat (sebagai contoh pelajaran dari ayat-ayat dan tanda-tanda Allah SWT).
Berikut adalah sebuah contoh peringatan Allah SWT. Az Zumar 21

Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

Apakah ada standar penilaian untuk menemukan siapa saja para Ulul Albab ini? Ya, selalu ada standar penilaian untuk itu. Para Ulul Albab adalah orang-orang yang melihat sesuatu dalam cahaya petunjuk yang diberikan Allah SWT. Petunjuk Allah SWT adalah standar penilaian benar dan salah. Itulah mengapa Allah SWT menyebut Al Qur’an sebagai “Al Furqan” yang membedakan/ memisahkan secara nyata antara yang benar dan yang salah. Al Baqarah 185

bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda.

Juga dalam Al Furqan 1

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,

Perlu diketahui bahwa Furqan sangat penting sehingga Allah SWT menamakan salah satu surat dalam Al Qur’an dengan “Al Furqan”.

Petunjuk yang diberikan kepada seluruh Nabi adalah Furqan sebab Allah Yang Maha Esa telah memberitahukannya dan ada kesinambungan dan kesamaan dalam wahyu Allah SWT. Sebagai contoh, apa yang telah diturunkan kepada Musa AS dan Harun AS seperti disebut dalam Al Anbiya 48 – 49

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa. orang-orang yang takut akan Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan hari kiamat.

Apakah yang telah mendorong saya untuk menulis buku ini? Buku saya yang pertama “Speeches For An Inquiring Minds” telah terdistribusi luas. Banyak pembaca dari Nigeria, Kenya, Singapore dan Negara-negara berbahasa Inggris lainnya menyambut baik buku tersebut. Pada kenyataannya, sedikit sekali literatur Islam yang ditulis dengan bahasa Inggris yang mudah dipahami tersedia untuk masyarakat umum. Sebaliknya, orang Kristen memiliki literatur yang dapat diperoleh dengan mudah di toko-toko. Buku tersebut disebarkan secara gratis ke seluruh dunia.

Sungguh sangat menyenangkan menerima respons yang positif terhadap buku saya yang pertama tersebut. Dengan karunia Allah SWT sampai saat ini sebanyak 40 ribu eksemplar telah disebarkan secara gratis.
Mudah-mudahan para Dokter dan Perawat yang bekerja di rumah sakit Saudi dapat mengambil manfaat darinya. Buku tersebut tidak saja menjelaskan konsep Islam kepada para Dokter dan Perawat Muslim, tetapi juga merupakan langkah awal memperkenalkan Islam kepada kaum non-Muslim. Dengan karunia Allah SWT banyak Perawat non-Muslim ini berpindah ke agama Islam dan sebagain lainnya mempertimbangkan untuk menganut Islam dengan serius. Sebagai contoh, seorang Perawat kepala di rumah sakit King Fahd Madinah, namanya Edna. Meskipun sebagai seorang non-Muslim, dia telah menyebarkan sekitar seribu eksemplar buku kepada para Perawat karena dia secara pribadi mendapat manfaat yang banyak dari buku tersebut.

Sungguh sangat menambah semangat saya ketika Edna menelpon saya setelah bulan Ramadhan tahun 2000 dan memberitahu saya bahwa dia dan beberapa orang temannya juga telah memeluk agama Islam.
Harus juga disebutkan disini bahwa cara “World Assembly of Muslim Youth” (WAMY) dan organisasi serupa lainnya dalam hal memeperkenalkan Islam kepada non-Muslim adalah sangat penting. Sama halnya bahwa aktivitas dakwah atau tutorial WAMY dan para sukarelawan di organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi seperti Islamic University Madinah dalam mengembangkan proses belajar mengajar yang sangat bermanfaat. Masuk agama Islam dengan dasar pengetahuan dan prinsip-prinsip ibadah secara Islam dengan pemahaman yang mendalam menempatkan para Mualaf jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan kaum Muslim tradisionnal. Sungguh Allah SWT kepada orang-orang yang dikendakiNYA menuntun kejalan yang lurus dan menjaganya.

Ini semua merupakan pendorong yang sangat kuat bagi saya dari para Dokter dan Perawat ini untuk menulis buku serupa lainnya dalam bahasa yang sederhana. Sesungguhnya saya sangat tidak bersemangat mengingat dalam Islam, wajib kita mempraktekkan apa-apa yang kita dakwahkan. Saya mengerti dengan jelas bahwa akan menjadi bumerang pada para pendakwah jika dia tidak berpegang teguh pada ajaran Islam. Kenyataannya, salah satu dari kelompok pertama yang dilemparkan Allah SWT untuk merasakan pedihnya siksa api neraka adalah para juru dakwah yang tidak mempraktekkan apa yang mereka dakwahkan. Setelah kehilangan semangat tersebut, saya berusaha menyelesaikan buku ini mengingat buku ini merupakan peringatan juga kepada saya secara pribadi.

Semoga Allah SWT menerima usaha saya ini dan memberikan kemampuan pada saya untuk mempraktekkan dengan sungguh-sungguh dan membawa saya serta para pembaca kepada cahaya yang terang benderang jauh dari segala kegelapan. Al Hadid 9.

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.


Imtiaz Ahmad
Madinah Munawwarah