“Lessons
for Every Sensible Person”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir.
H. Ismail Umar and Hj. Titie Wibipriatno
PETUNJUK UNTUK BERSEDEKAH (GUIDANCE FOR CHARITY)
Allah SWT tidak hanya memberi petunjuk dan menganjurkan
kita untuk bersedekah di jalan Allah SWT tetapi juga
mengajar kita tata cara bersedekah. Supaya sedekah bisa
diterima Allah SWT ada tiga syarat yang harus dipenuhi.
Harta harus diperoleh dengan cara yang halal, sedekah
harus diberikah dengan niat yang tulus dan diberikan
kepada mereka yang sungguh-sungguh layak menerimanya.
Cara
yang benar untuk bersedekah bukanlah dengan mengingatkan
orang-orang mengenai kebaikan yang telah kita lakukan
kepada mereka dan melukai perasaan dengan cara apapun
juga. Allah SWT menjelaskan hal ini di dalam Al Baqarah
262
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian
mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan
menyebut-nyebut pemberiannya
dan dengan tidak
menyakiti (perasaan sipenerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka.
Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Jika kamu tidak mempunyai apapun untuk bersedekah, perlakukanlah orang miskin
dengan sopan dan ramah. Al Baqarah 263
Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang diiringi
dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi
Maha Penyantun.
Perhatikan
bahwa Allah SWT sedang memperingatkan bahwa Ia dapat menghukum
kita atas penganiayaan terhadap orang miskin. Allah adalah,
bagaimanapun, sangat
sabar dan pemurah.
Allah
SWT memperingatkan bahwa dengan menyebut-nyebut sedekah
yang telah diberikan dan melukai perasaan mereka
kita telah menghapuskan pahala sedekah yang telah
kita berikan. Seseorang yang menunjukkan perilaku seperti itu sesungguhnya
bersedekah hanya untuk pamer dan tidak percaya kepada Allah SWT dan hari
Pengadilan. Sedekah
nya tidak akan mendapat pahala. Allah SWT menggambarkan hal ini dalam
suatu contoh yang indah. Bayangkanlah suatu batu karang
dengan lapisan tanah
di atasnya. Sekalipun
hujan membasahinya tidak akan ada suatu tanamanpun yang akan tumbuh di
atasnya. Hujan akan meninggalkan batu karang itu licin
dan kering.
Demikian
pula sedekah dari orang seperti ini tidak akan bermanfaat
baginya. Al Baqarah 264
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu
dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti
orang yang
menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman
kepada Allah dan hari
kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya
ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia
bersih (tidak
bertanah).
Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Sebaliknya seseorang yang menyedekahkan kekayaannya demi menyenangkan
Allah akan mendapat pahala yang besar dari Nya. Bahkan suatu sedekah
sekecil apapun
akan
mendapat suatu pahala yang besar. Al Baqarah 265
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari
keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun
yang terletak di
dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan
buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka
hujan gerimis (pun
memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
Ciri-ciri orang yang suka bersedekah disebutkan di dalam surat Al Insan
8 - 9
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin,
anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan
kepadamu
hanyalah
untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan
dari kamu dan tidak
pula (ucapan) terima kasih.
Lihatlah perbedaan antara seseorang yang melukai perasaan orang lain
dibandingkan dengan orang yang tidak menuntut ucapan terimakasih dalam
bentuk apapun dari
orang miskin yang menerima sedekah mereka.
Barang-barang yang disedekahkan harus bermutu bagus. Kadang-kadang
orang-orang mencoba menyedekahkan barang-barang yang tak disukainya.
Jika barang-barang
seperti itu diberikan kepada mereka sendiri, tentu mereka akan
menolaknya atau hanya
menerima untuk basa-basi. Sungguh-sungguh sedekah seperti itu
tidaklah bisa diterima oleh Allah SWT. Al Baqarah 267 – 268
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian
dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang
Kami keluarkan dari bumi
untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu
kamu nafkahkan daripadanya,
padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan
memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha
Kaya lagi Maha Terpuji.
Syaitan
menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh
kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu
ampunan
daripada-Nya dan
karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Dalam rangka meningkatkan iman, perlu untuk memberikan barang-barang
yang paling kamu sukai/cintai. Ali Imran 92
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna),
sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.
Dan apa saja yang
kamu nafkahkan,
maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Ketika
Abu Talha RA mendengar ayat ini, ia segera memberikan kebunnya
yang terbaik serta suatu sumur untuk disedekahkan. (Muslim,
Bukhari)
Dengan
cara yang sama Zaid bin Harith RA memberikan seekor kuda
sebagai sedekah karena ia sangat mencintainya.
(Ibn Jareer,Tabri)
Adalah
lebih baik untuk memberi sedekah dengan cara diam-diam
walaupun bukanlah suatu dosa untuk
memberinya secara
terbuka. Jika niat dari
orang yang bersedekah
adalah untuk memotivasi orang lain untuk aktif ikut serta
didalam kegiatan amal, adalah lebih baik untuk memberi
secara terbuka. Allah SWT mengetahui
apa yang
ada dalam hati kita. Al Baqarah 271
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik
sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan
kepada orang-orang fakir,
maka
menyembunyikan
itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari
kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
|