s |
“Speeches
For An Inquiring Mind”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja
and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)
ALAM
BARZAH
Alam
Barzah adalah kurun waktu (periode) di antara saat kematian
manusia di dunia ini dengan saat pembangkitan (dihidupkannya
kembali) manusia di Hari Pembalasan. Kita tidak mengetahui
apa yang terjadi di dalam periode ini. Namun demikian, kita
dapat menyimak dari berbagai ayat didalam kitab suci Al-Qur-an
dan Hadits Nabi Muhammad SAW mengenai periode ini. Sebagai
contoh, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-An’aam Ayat
93
Jika saja kamu dapat melihat betapa dahsyatnya saat orang-orang
zalim didalam sakaratul maut, Para malaikat memukul dengan
tangan mereka (seraya berkata), “Keluarkanlah nyawamu!
Di hari ini kamu akan dibalas dengan siksa yang menghinakan;
karena perkataan-perkataanmu yang selama ini kamu ucapkan
perihal Allah yang tidak benar, dan kamu selalu sombong terhadap
petunjuk (ayat-ayat)-Nya.”
Jelaslah dari ayat ini bahwa manusia bisa mendapatkan hukuman
diwaktu kematian mereka.
Begitu juga dengan firman Allah SWT didalam Surat Al-Anfal
ayat 50 51:
Jika saja kamu dapat melihat ketika para malaikat mencabut
nyawa orang-orang kafir di saat kematian mereka, seraya memukul
wajah dan punggung mereka (sambil berkata), “Rasakanlah
olehmu siksa yang membakar.
Yang demikian itu akibat dari perbuatanmu sendiri (semasa
hidupmu). Sesungguhnya Allah tidaklah sekali-kali berbuat
aniaya terhadap hamba-hamba-Nya.
Jelaslah sudah dari dua ayat diatas bahwa, kita tidak bisa
melihat apa yang terjadi pada kurun waktu itu. Bahkan Nabi
Muhammad SAW pun tidak bisa menyaksikan bagaimana para malaikat
menyiksa orang-orang kafir di pertempuran Badar. Peristiwa
yang tidak tampak oleh mata ini di jelaskan kepada kita sebagai
wujud kasih-sayang Allah SWT, untuk petunjuk bagi kita. Lebih
lanjut para ulama menjelaskan, bagian ayat “rasakanlah
olehmu siksa yang membakar”, bahwa para malaikat mencambuk
para kafirin dengan batang baja yang membara ke wajah dan
punggung mereka.
Allah SWT menjelaskan perihal penenggelaman para pengikut
Fir’aun didalam Surat Nuh Ayat 25:
Mereka ditenggelamkan akibat dosa-dosa yang telah mereka
lakukan, kemudian mereka dimasukkan kedalam api neraka. Maka
tiadalah mereka dapati penolong selain Allah.
Disini lebih jelas disebutkan bahwa pengikut Fir’aun
dilemparkan kedalam api neraka setelah mereka ditenggelamkan
didalam air (laut), menunjukkan bahwa ada hukuman yang langsung
dijatuhkan ketika kematian itu datang. Menarik untuk digaris-bawahi
bahwa hukuman api neraka disebutkan bersama-sama dengan penenggelaman
kedalam air. Imam Razi mengatakan bahwa hal ini merupakan
bukti kuat adanya hukuman di alam Barzah maupun didalam kubur.
Beliau menegaskan, penggunaan kata “fa” dalam
ayat tersebut menunjukkan bahwa hukuman api neraka itu telah
ditimpakan segera setelah penenggelaman mereka. Jadi, disini
tidak merujuk pada hukuman pada Hari Pembalasan.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ghafir (disebut juga Al-Mu’min)
Ayat 45, 46:
Maka, Allah telah menyelamatkannya dari tipu daya jahat
yang mereka rancang (terhadapnya), dan Fir’aun beserta
pengikutnya dikelilingi oleh adzab yang amat buruk.
Api neraka dinampakkan kepada mereka pada pagi dan petang.
Dan pada saat Hari Pembalasan tiba (diperintahkan kepada
malaikat): “Masukkanlah para pengikut Fir’aun
kedalam siksa yang amat pedih.”
Dari ayat ini, sekali lagi terbuktikan adanya hukuman untuk
orang-orang kafir didalam kubur, selain dari hukuman yang
akan diterima mereka di Hari Pembalasan.
Abdullah bin Mas’ud RA menerangkan, bahwa ayat ini
menyatakan ruh para pengikut Fir’aun dibawa menuju
neraka dalam bentuk burung-burung hitam setiap pagi dan petang.
Kepada mereka itu dikatakan bahwa, inilah tempat tinggal
mereka yang terakhir. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Takatsur
Ayat 1~4:
Bermegah-megahan duniawi telah melalaikanmu. Sehingga kamu
masuk kedalam kubur. Janganlah begitu, kamu akan segera mengetahuinya
(akibat perbuatanmu itu). Sekali lagi, janganlah begitu,
kamu akan segera mengetahuinya.
Disini terdapat pengulangan kalimat ‘Kamu akan segera
mengetahuinya’. Khalifah ‘Ali RA menjelaskan
hal pengulangan kalimat ini, sebagaimana diriwayatkan oleh
Zir bin Hubeisy RA, bahwa kalimat pertama merujuk kepada
siksa kubur dan yang ke-dua merujuk kepada Hari Pembalasan.
Pada akhirnya, Allah SWT menegaskan didalam Al-Qur’an
(Surat Thaahaa Ayat 124):
Barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sesungguhnya
baginya kehidupan yang sempit, dan pada Hari Pembalasan,
Kami akan membangkitkannya dalam keadaan buta.
Ibnu Mas’ud RA dan Abu Sa'id Al-Khudri RA mengatakan
bahwa arti ungkapan ‘hidup yang sempit’ adalah
siksa kubur. Begitu juga, Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwa
Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai arti kalimat diatas adalah,
Allah SWT akan mengirim 99 ekor ular ke dalam kubur orang-orang
kafir. Ular-ular ini terus-menerus menggerogoti tubuh orang
kafir itu hingga Hari Pembalasan tiba.
Lalu apa yang terjadi dengan jiwa seseorang setelah mati?
Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad
SAW bersabda, “Ketika jiwa seseorang yang beriman meninggalkan
jasadnya, ia diangkat ke langit oleh dua malaikat. Malaikat-malaikat
itu berkata, jiwa yang shaleh (baik) telah kembali dari bumi.
Semoga Allah SWT memberkahimu dan tubuh yang dulu biasa kau
tempati. Jiwa itu kemudian dihadirkan kepada Allah SWT. Kemudian
Allah memerintahkan, “Tempatkan jiwa ini di Sidratul-Muntaha
sampai datangnya Hari Pembalasan.
Ketika jiwa orang kafir keluar dari jasadnya, para malaikat
mengatakan bahwa jiwa yang buruk telah kembali dari bumi.
Para malaikat mengutukinya dan bau busuknya menyebar ke segala
penjuru. Allah SWT memerintahkan kepada para malaikat agar
menempatkannya didalam Sijjin. Jadi, Sijjin adalah suatu
tempat dimana jiwa dan amal perbuatan orang-orang kafir disimpan.
Rasulullah SAW menutupkan pakaian ke hidung beliau untuk
menggambarkan betapa busuknya bau jiwa seorang kafir. (H.R.
Muslim)
Ada beberapa hadits yang menerangkan lebih lanjut perihal
periode di alam kubur.
Anas meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ketika
seseorang selesai dikuburkan setelah kematiannya dan keluarga
serta teman-temannya telah meninggalkan kuburnya, ia bisa
mendengar suara langkah-langkah kaki yang pergi meninggalkannya.
Dua malaikat mendatangi si mayit di dalam kuburnya. Kedua
malaikat itu membuatnya terduduk dan menanyainya dengan pertanyaan
berikut ini: “Apakah yang engkau ketahui perihal Muhammad
(SAW)?” Orang yang sungguh-sunguh beriman menjawab, “Saya
bersaksi bahwa beliau adalah hamba Allah SWT yang taat dan
Rasul (utusan)-Nya yang benar.” Para malaikat itu kemudian
berkata, “Jika kamu tidak beriman, tempatmu pastilah
didalam neraka. Sekarang, lihatlah olehmu neraka itu. Dan
Allah SWT telah menggantinya dengan surga firdaus dan lihatlah
juga olehmu surga itu sekarang.”
Orang-orang munafik dan orang-orang kafir pun akan diberi
pertanyaan yang sama, “Apakah yang kamu ketahui tentang
Muhammad SAW?” Mereka menjawab, “Tidak ada satupun
yang aku ketahui, dulu aku hanya mengatakan apa yang dikatakan
orang-orang.” Para malaikat akan mengatakan kepadanya, “Tidakkah
kamu pernah mencoba untuk mengenalnya atau pernahkah kamu
ikuti orang-orang yang beriman?” Dan para malaikatpun
memukulnya dengan batang besi panas. Orang kafir itupun menangis
kesakitan dengan sekencang-kencangnya, semua yang berada
di alam raya, kecuali jin dan manusia, akan mendengar ratap-tangisnya.
(Bukhari dan Muslim)
Asma bin Abu Bakar RA meriwayatkan bahwa pada suatu hari
Nabi Muhammad SAW menasehati umat dan menjelaskan perihal
siksa kubur. Ketika beliau menjelaskan hal ini, semua orang
beriman mulai menangis dengan kerasnya, sehingga terciptalah
suasana seperti berbaurnya beraneka-ragam ratap-tangis. (Bukhari)
Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melantunkan
do’a berikut ini seperti halnya beliau membaca ayat-ayat
dari Al-Qur’an: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
perlindungan dan pertolonganmu dari siksa neraka, dari siksa
kubur, dari ujian semasa hidup dan ketika mati, dan dari
godaan yang berhubungan dengan dajjal.” (Muslim)
Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Membaca Surat Al-Mulk
sebagai sebuah kebiasaan rutin akan menyelamatkan seseorang
dari siksa kubur.” (Tirmidzi)
Saya berdoa kepada Allah SWT memohon perlindungan dan pertolongan-Nya,
bagi saya dan para pembaca maupun penyimak artikel ringkas
ini, dari siksa neraka, siksa kubur, dan dari ujian yang
terkait dengan Dajjal. Amiin.
|