s |
“Speeches
For An Inquiring Mind”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja
and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)
BULAN SYA’BAN
Umat
Islam memeriahkan suatu malam didalam bulan Sya’ban
yang disebut dengan “syab-barat” atau “lailatul-bara” di
pelbagai tempat di dunia ini. Malam ini merupakan malam yang
memiliki arti penting. Namun demikian, terdapat pula beberapa
macam kepercayaan populer dan juga banyak cara merayakan
malam itu dikalangan umat Islam, yang tidak pada tempatnya
menurut Islam. Berikut ini adalah contoh-contoh praktek perayaan
malam Sya’ban yang dimaksud di atas:
1. Beberapa kelompok umat Islam ada yang percaya bahwa pada
malam itu, para ruh dari orang yang telah meninggal dunia
kembali mengunjungi mereka. Maka, mereka yang mempercayai
hal itu, membuat makanan seperti kue-kue manis untuk dibagikan
kepada orang lain. Hal ini sepenuhnya bukanlah ajaran Islam.
Muslim yang lurus hendaklah tidak mengagungkan/memuja mereka
yang telah wafat, justru perlu mendoakan mereka.
2. Ada lagi takhayul yang lain, yaitu beberapa umat Islam
percaya bahwa keputusan Allah SWT perihal hidup dan mati
ditetapkan di malam tersebut atau pada tanggal 15 Sya’ban.
Memang benar Allah SWT membuat keputusan perihal hidup dan
mati, namun itu telah ditetapkan-Nya bahkan jauh sebelum
kita diciptakan.
3. Ada pula cerita yang acap didengar bahwa ada sebuah pohon
langit atau pohon surga dimana nama setiap orang tertulis
disetiap daun pohon itu. Pada malam itu pohon ini akan digoncangkan,
maka daun-daun bertulis nama yang berguguran itu melambangkan
giliran siapa saja yang akan dijemput maut.
4. Ada pula praktek yang keliru dilakukan di malam itu, yakni
orang-orang membuat pesta kembang api. Hanyalah Allah yang
mengetahui apa sebenarnya tujuan mereka melakukan hal ini.
Sebenarnya hal ini merupakan pengaruh budaya diluar Islam,
semisal budaya Hindu dan Budha. Namun kesalahan ini menjadi
sangat terbiasa dilakukan dari tahun ke tahun, sehingga terasa
nyaman-nyaman saja dengan kekeliruan ini. Bahkan tidak ada
yang cukup peduli untuk menjumpai ulama umat Islam demi mencari
fakta.
Rasulullah SAW bersabda, “Aku wariskan kepada kamu
sekalian sepeninggalku kelak dua hal yang bilamana kamu pegang
teguh niscaya kamu tidak akan tersesat. Dua hal itu adalah,
Al-Qur’an dan Sunnahku.”
Maka
jelaslah yang kemudian patut dipertanyakan sekarang; Apakah
sesungguhnya kedudukan malam bulan Sya’ban menurut
Kitabullah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW?
Sebenarnya tidak ada ayat Al-Qur’an yang bisa menjadi
rujukan langsung perihal malam di bulan Sya’ban ini,
walaupun ada beberapa orang saja yang menafsirkan bahwa ini
itu adalah malam yang dimaksud dengan Surat Ad-Dukhaan Ayat
3 & 4,
Sesungguhnya, Kami menurunkannya pada malam yang penuh berkah,
dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam
itu diputuskan setiap urusan yang penuh hikmah.
Sebagian besar ahli tafsir meyakini bahwa ayat diatas juga
menyebut tentang “lailatul-Qadr” atau Malam Kekuasaan,
yang jatuh pada suatu malam di bulan Ramadhan. Sebagaimana
kita maklumi bersama arti Surat Ad-Dukhan Ayat 3 di atas, “Sesungguhnya
Kami menurunkannya pada malam yang penuh berkah ...” Allah
SWT pun berfirman didalam Surat Al-Qadr Ayat 1,
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada Malam Kekuasaan (Lailatul
qadr).
Yang terakhir, Allah SWT berfirman didalam Surat Al-Baqarah
Ayat 185
Bulan Ramadhan, dimana dibulan itu Kami turunkan Al-Qur’an....
Demikianlah, dapat disimpulkan bahwa Ayat 3 Surat Ad-Dukhan
tersebut merujuk pada Lailatul-Qadr dan bukan pada pertengahan
bulan Sya’ban.
Imam Al-Mundziri menuliskan didalam kitab “At Targhib
wa At Tarhib”, empat-belas nasehat Rasulullah SAW perihal
bulan Sya’ban. diantara nasehat-nasehat itu adalah:
Rasulullah SAW bersabda, “Perhatikanlah secara khusus
bulan Sya’ban, karena bulan ini datang sebelum bulan
Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci dimana Al-Qur’an
diturunkan. Didalam bulan Ramadhan, umat Islam menjalankan
ibadah puasa wajib. Persiapkanlah dirimu menghadapi bulan
Ramadhan selama bulan Sya’ban. Ibaratnya, kamu melakukan
segala macam persiapan yang diperlukan untuk menyambut kehadiran
seorang tamu kehormatan. Begitu juga, lakukanlah semua persiapanmu
untuk menyambut bulan suci Ramadhan, selama dalam bulan Sya’ban.”
Menurut hadits yang lain, Rasulullah SAW terbiasa banyak-banyak
berpuasa di bulan Sya’ban. Aisyah RA berkata, “Nabi
Muhammad SAW biasanya paling banyak berpuasa di bulan Sya’ban.
Adakalanya beliau berpuasa beberapa hari berturut-turut seolah
beliau tidak akan meninggalkan seharipun tanpa berpuasa.
Pada lain waktu, beliau tidak berpuasa dalam waktu yang lama
didalam bulan Sya’ban". Ini mengajarkan kepada
kita bahwa puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban
bersifat sukarela sebagai ibadah tambahan.”
Menurut hadits lainnya lagi, Rasulullah SAW bersabda,”Allah
SWT mengadakan perhitungan dengan makhluk-Nya di malam ini.” Apakah
yang beliau maksudkan itu? Maksudnya adalah, bahwa Allah
SWT memberikan kesempatan khusus kepada makhluk-Nya, khususnya
makhluk yang berakal, untuk banyak beristighfar, memperbaiki
perilaku dan cara hidupnya. Allah SWT berfirman, “Adakah
seorang hamba yang memohon ampunan-Ku? niscaya Aku mengampuninya.
Adakah seorang hamba yang memohon pertolongan-Ku? niscaya
Aku menolongnya. Adakah seorang hambaku yang dalam kesusahan
atau berhajat atas sesuatu dan meminta kepada-Ku? Niscaya
Aku angkat kesulitannya.”
Dengan demikian, Kekuasaan Yang Maha Tinggi terbuka bagi
semua hamba, dan terdapat undangan terbuka bagi semua hamba,
khususnya di bulan Sya’ban.
Hadits lain meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Lakukan
ziarah kubur di bulan Sya’ban, karena kuburan itu tempat
yang penting artinya dan sesuai sebagai peringatan.” Selanjutnya
Rasulullah SAW menambahkan, “Jika seseorang tidak memetik
pelajaran tentang kehidupan sekarang ini dan kehidupan yang
kemudian dengan berziarah kubur, maka ia tidak memiliki harapan
lain lagi untuk memperoleh petunjuk yang benar.”
Saya, berdo’a semoga Allah SWT membimbing kita menjalani
hidup ini sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah
SAW, dan memelihara kita agar tetap berada di jalan-Nya yang
benar. Amiin.
|