“Speeches
For An Inquiring Mind”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja
and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)
CIRI-CIRI ORANG BERIMAN
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Jinn ayat 14:
... Barangsiapa menerima Islam maka sungguh-sungguh telah tepat pilihannya
atas jalan yang benar.
Meskipun seseorang telah mengambil keputusan realistis memilih Islam, tidaklah
serta merta ia bisa meng-klaim bahwa dirinya pasti akan masuk surga, sebagaimana
klaim orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Dimasukkannya seseorang kedalam Surga hanyalah atas rahmat Allah SWT. Para
ahli surga digambarkan Allah SWT didalam surat Al-Imran ayat 107 sbb:
dan bagi mereka yang wajahnya menjadi putih bersih, merekalah
yang akan berada dalam rahmat (surga) Allah, mereka itu kekal
didalamnya.
Pada ayat ini kata Rahmat digunakan sebagai kata-ganti untuk Surga untuk mengingatkan
kita bahwa masuknya seseorang kedalam Surga adalah karena rahmat yang terbesar
dari Allah SWT.
Sungguhpun demikian, Allah SWT juga memberi petunjuk kepada kita dengan Al-Qur’an
bagaimana ciri-ciri orang yang patut sebagai ahli surga. Ciri-ciri ini disebutkan
didalam Surat Al-Mu’minun dan Surat Al-Ma’arij. Perhatikanlah Surat
Al-Ma’arij ayat 19~21.
Pertama, Allah SWT menggambarkan sifat manusia secara umum. Allah SWT berfirman:
Sebagian besar manusia berwatak sangat tergesa-gesa (tidak
sabar), ketika mereka dihadapkan pada kemalangan/kesulitan
mereka berputus asa. Ketika kesulitannya telah digantikan
dengan kelapangan/ nikmat mereka tidak memenuhi hak-hak orang
lain dan hak-hak Allah.
Namun, diantara manusia ada juga yg tidak berperilaku sedemikian. Ada pengecualian
segolongan manusia yang ciri-cirinya digambarkan dalam Surat Al-Ma’arij
ayat 22~25,
Terkecuali mereka yang mendirikan sholat, dan mereka senantiasa
tetap memelihara sholatnya. Dan mereka membelanjakan bagian
yg telah tertentu dari hartanya bagi yang berhak; bagi para
peminta-minta dan orang-orang yang papa (kehilangan harta-bendanya).
Perlu digaris-bawahi bahwa Allah SWT bisa saja hanya mengatakan
bahwa mereka telah mengetahui hak-hak para fakir dan miskin.
Namun, Allah SWT menegaskan bahwa mereka yang beriman menyisihkan
hartanya untuk para fakir dan miskin, dengan perhitungan
matematis yang tepat, dan terdefinisi berapa bagian dari
hartanya yg harus dikeluarkan untuk mereka yang membutuhkan
(para fakir dan miskin). Dengan kata lain, mereka selalu
membayar zakat yang telah ditetapkan sebesar 2.5% (dua setengah
persen). Abu Bakar Ash-Shidiq R.A. adalah yang terbaik pemahamannya
mengenai makna ayat-ayat ini. Beliau mengirimkan pasukannya
untuk memerangi pengingkar zakat meskipun mereka yang ingkar
itu tetap mengerjakan shalat. Dikatakannya bahwa sholat seseorang
tidak akan diterima Allah SWT sehingga ia melunasi zakatnya.
Karena itulah, Allah SWT hampir selalu menyebut secara bersamaan
setiapkali berfirman tetang kewajiban Shalat dan Zakat didalam
Al-Qur’an. Lebih lanjut, Allah SWT memberi petunjuk
agar kita bersedekah/berinfaq sebagai tambahan selain membayar
Zakat di berbagai ayat didalam Al-Qur’an. Surat Al-Muzammil
ayat 20:
Dan dirikanlah sholat dan bayarlah Zakat, dan pinjamilah
Allah SWT dengan pinjaman yang baik.
Ciri-ciri berikutnya dari orang-orang yang termasuk dalam golongan khusus ini
adalah, mereka beriman atas adanya Hari Pengadilan/ Pembalasan (yaumuddin)
tidak hanya diimani dengan lisan, melainkan juga dengan kesadaran untuk mempertanggung-jawabkan
segala amal-perbuatan (selama hidupnya di dunia) pada hari tersebut. Sebagai
contoh orang-orang yang akan diberikan catatan amal-perbuatan di tangan kanan
mereka di Hari Pembalasan, akan menerangkan bahwa rahasia keberhasilan mereka
itu adalah sebagaimana yang tertuang dalam ayat 20 Surat Al-Haqqah berikut
ini:
Sungguh, aku yakin bahwa aku pasti menemui hisab terhadap
diriku.
Perhatikan pula Surat Al-Ma’arij ayat 26~28:
Dan mereka yang membenarkan adanya Hari Pembalasan. Dan mereka takut kepada
adzab/siksa Tuhan mereka. Sungguh siksa Tuhan mereka itu membuat tak seorangpun
merasa aman.
Ciri-ciri berikutnya dari orang-orang mukmin yakni, mereka selalu takut terhadap
adzab Allah SWT. Ketika para sahabat mendengar ayat-ayat tersebut, mereka bertanya
kepada Nabi Muhammad SAW, ”Ya Rasulullah (SAW), Apakah dirimu juga takut
dengan Adzab Allah SWT?”. Beliaupun menjawab:”Tentu saja, bahkan
akupun takut dengan adzab Allah SWT karena tak seorang pun bisa menganggap
dirinya terbebas dari adzab Allah SWT.”
Karena itu, seorang muslim tidak boleh menyombongkan diri atas amaliyah keislamannya.
Ia hendaknya berperilaku rendah hati dan semakin rendah hati lagi, dan semakin
takut terhadap adzab Allah SWT. Selanjutnya Allah berfirman dalam surat Al-Ma’arij
ayat 29~31:
Dan mereka itu menjaga kemaluan mereka. Kecuali terhadap istri-istri mereka
atau budak-budak perempuan yang mereka miliki, maka sesungguhnya dalam hal
demikian ini mereka tiada tercela. Barangsiapa yang mencari selain dari itu
maka mereka itu telah melanggar batas.
Dengan demikian, maka segala bentuk pemuasan birahi/sexual selain yang disebut
dalam ayat diatas berada diluar garis ketentuan Allah SWT dan samasekali tidak
diperkenankan oleh Allah SWT.
Ciri-ciri mukmin yg lain, disebutkan Allah SWT dalam Surat Al-Ma’arij
ayat 32 bahwa:
Mereka memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-janjinya.
Mengkhianati amanat yang diemban dan melanggar janji tergolong
dalam dosa-dosa besar. Rasullullah Muhammad SAW bersabda: “Janji
adalah hutang yang harus dibayar”.
Selanjutnya, dalam Surat Al-Ma’arij ayat 33 Allah SWT berfirman:
Dan mereka itu berpegang teguh atas kesaksian (syahadat) mereka.
Ini berarti pula bahwa mereka memelihara didalam hati-sanubari, janji mereka
kepada Allah SWT atas ke-Islam-an mereka. Perhatikan Surat Al-Ma’arij
ayat 34,
Dan orang-orang yang memelihara (dengan sebaik-baiknya) sholat mereka.
Didalam ayat ini Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang beriman itu sangat
penuh perhatian terhadap sholat mereka dan mengerjakan semuanya, yang fardhu
dan yang sunnah.
Sangat menarik bahwa disini kita melihat bahwa Allah SWT mengawali penguraian
ciri-ciri mukmin dari hal penegakan sholat dan mengakhiri dengan hal sholat
juga. Dengan demikian menjadi jelaslah bahwa sholat adalah hal yang sangat
penting dalam pandangan Allah SWT, oleh karena itu pertama kali yang akan ditanyakan
kepada setiap orang di Hari Pembalasan nanti adalah Sholat, jika mereka gagal
dalam hal sholat maka tidak satu pun dari amalan lainnya diterima oleh Allah
SWT.
Selanjutnya, didalam Al-Ma’arij ayat 35 Allah SWT menetapkan keputusan-Nya
bahwa orang-orang yang memiliki ciri-ciri sebagaimana telah diuraikan diatas,
akan diberi ganjaran Taman Surga. Tampak jelas disini bahwa ada banyak hal
yang harus dikerjakan oleh seseorang agar dirinya menjadi calon yang layak
sebagai penghuni Surga.
Sesungguhnya, jika seseorang mengerjakan secara tulus-ikhlas salah satu dari
hal-hal tersebut, hal-hal yang lainnya bisa dikerjakannya secara mudah dan
otomatis. Jika ia mengamalkan seluruh resep tersebut maka, atas kemurahan/kasih-sayang
Allah SWT, ia masuk Surga.
Semoga Allah SWT menganugerahi kita kekuatan untuk melaksanakan kesemua ciri-ciri
diatas.
Hadiah terpenting dari Allah SWT kepada umat manusia adalah disediakan-Nya
petunjuk yang membimbing kita dari berbagai bentuk kegelapan kepada cahaya
yang terang. Allah SWT sangat-sangat berbahagia jika kita memanfaatkan petunjuk-Nya.
Sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Ahzab ayat 43,44:
Dialah (Allah SWT) yang telah merahmatimu, dan demikian
juga para malaikat-Nya (memohon untukmu), Agar Dia mengeluarkanmu
dari kegelapan kepada cahaya, dan Dia adalah yang sangat
penyayang kepada orang-orang beriman.
Penghormatan bagi mereka
(mukminin) pada hari perjumpaan dengan-Nya adalah Salam.
Dan Dia (Allah SWT) telah menyiapkan pahala yang mulia bagi
mereka.
Allah SWT berfirman kepada Rasulullah SAW didalam Surat Al-Ahzab ayat 47:
Dan kabarkanlah kepada orang-orang beriman berita gembira, bahwa mereka akan
mendapat karunia yang besar dari Allah.
Semoga Allah SWT memperhitungkan kita termasuk didalam golongan mereka yang
akan memperoleh karunia yang besar dari-Nya. Amiin
|