s |
“Speeches
For An Inquiring Mind”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja
and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)
KLAIM AHLI KITAB
Kesukaan Allah SWT berbuat baik terhadap manusia yang terutama
adalah, menyediakan petunjuk-Nya agar dijadikan pedoman oleh
semua insan. Tanpa tersedianya petunjuk, manusia akan terjerumus
kedalam berbagai jenis kegelapan. Para Ahli Kitab (Kaum Yahudi
dan Nasrani) sesungguhnya telah diberkahi dengan petunjuk
dari Allah SWT. Namun sebagian besar dari mereka menyalahgunakan
petunjuk yang istimewa ini. Marilah kita melihat gambaran
sikap mereka terhadap petunjuk dari Allah SWT. Surat Al-Baqarah
Ayat 135, Allah SWT berfirman:
Mereka berkata, “Jadilah kamu penganut Yahudi atau
Nasrani supaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “Kami
ikuti agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah ia termasuk
orang-orang musyrik (yang mengada-adakan sesembahan selain
Allah).”
Kemudian, kita ketahui bahwa mereka, orang Yahudi dan Nasrani,
mengklaim (mengaku) bahwa mereka adalah pengikut Ibrahim
AS, tapi klaim mereka itu salah adanya, sebab Ibrahim AS
tidak pernah mengadakan sekutu bagi Allah SWT. Sebagaimana
firman Allah SWT didalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah
Ayat 140,
Atau kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub,
dan keturunan (anak-cucu) mereka adalah penganut Yahudi atau
Nasrani? Katakanlah, “Adakah kamu lebih tahu ataukah
Allah yang lebih mengetahui (bahwa mereka itu adalah muslim)?” Dan
siapakah yang lebih aniaya (dzalim) daripada orang-orang
yang menyembunyikan kesaksian (syahadat) yang telah diterimanya
dari Allah?” Dan Allah tidak pernah lalai atas apa-apa
yang kamu kerjakan.
Allah SWT pun menguraikan kesaksian yang telah diterima para
Ahli Kitab dan seberapa jelasnya mereka mengetahui bukti-bukti
ini. Surat Al-Baqarah Ayat 146
Orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka itu kitab
(Yahudi dan Nasrani) telah mengenal dirinya (Muhammad SAW)
sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan
sesungguhnya segolongan dari mereka telah menyembunyikan
kebenaran, sedangkan mereka itu mengetahui (sifat-sifat Muhammad
SAW yang terdapat didalam kitab-kitab mereka)
Jelas sekali disini bahwa ulama dari golongan Ahli Kitab
telah menyembunyikan kebenaran itu dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan duniawi. Sungguhpun begitu, berbagai klaim mereka
sangat mengagetkan. Sebagai contoh, perhatikan perkataan
mereka yang dikutip oleh
Allah SWT didalam firman-Nya, Surat
Al-Baqarah Ayat 111,
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) itu berkata, “Tidak
akan masuk surga kecuali para penganut Yahudi atau Nasrani.” Begitulah,
itu (hanya) anggan-angan mereka. Katakanlah (wahai Muhammad), “Tunjukkanlah
buktimu jika kamu orang yang benar.”
Didalam Surat Al-Baqarah Ayat 80, Allah SWT menerangkan bahwa
mereka juga mengklaim hal serupa;
Dan mereka (orang Yahudi) berkata ,”Api neraka itu
takkan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah
kepada mereka (wahai Muhammad), ”Adakah kamu telah
mengambil janji dari Allah, sehingga Allah tidak mengingkari
janji-Nya? Ataukah hanya mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui?”
Klaim para Ahli Kitab itu samasekali tidak dapat dipertahankan,
dan membuat seseorang bertanya-tanya adakah pernyataan mereka
itu dapat dipercaya atau dapatkah diterima oleh akal sehat
klaim mereka itu? Oleh karena itu Allah SWT berfirman didalam
Surat Ali Imran Ayat 65.
Wahai Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)! Mengapa kamu berselisih
tentang Ibrahim, sementara Taurat dan Injil tidak diturunkan
melainkan setelah masa Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?
Lebih jauh, Allah SWT berfirman didalam Surat Ali Imran Ayat
68,
Sesungguhnya, diantara semua manusia yang paling dekat dengan
Ibrahim adalah para pengikutnya, dan Nabi ini (Muhammad SAW)
serta orang-orang yang beriman (kepada risalah Muhammad SAW),
dan Allah adalah Penolong orang-orang beriman.
Siasat dari orang-orang Ahli Kitab dalam mengemban misinya
amat sangat mencengangkan. Hal ini diterangkan Allah SWT
dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 72,
Dan segolongan dari ahli kitab mengatakan (kepada sesamanya
siasat yang akan dilakukan), “Perlihatkanlah (seolah-olah)
kamu percaya (beriman) kepada yang diturunkan kepada orang-orang
mukmin itu diawal hari, dan ingkarilah pada akhirnya, agar
mereka berbalik (mengikutimu).”
Demikian juga dengan Firman Allah SWT dalam Surat Ali ‘Imran
Ayat 78,
Dan Sesungguhnya, diantara mereka itu terdapat segolongan
yang mengubah isi Al-Kitab (Taurat dan Injil) dengan lidah
mereka (ketika membaca), agar kamu mengira bahwa itu benar
berasal dari Al-Kitab, padahal tidaklah berasal dari Al-Kitab,
dan mereka berkata, “Ini dari Allah!” Dan tidaklah
itu dari Allah. Mereka mengatakan kebohongan terhadap Allah,
sedangkan mereka mengetahui.
Allah SWT menghibur Rasulullah Muhammad SAW yang berjuang
dengan sangat gigih untuk memberikan petunjuk yang benar
(lurus) kepada kaum Ahli Kitab, dengan firman-Nya didalam
Surat Al-Baqarah Ayat 75~77:
Adakah kamu masih mengharapkan mereka itu akan beriman
kepadamu, sesungguhnya diantara mereka itu ada golongan (kelompok
pemuka
agama Yahudi) yang telah mendengar Kalimat Allah, lalu mereka
sengaja mengubahnya setelah memahaminya. Dan ketika mereka
(orang Yahudi) berjumpa dengan orang-orang yang beriman,
mereka berkata, “Kami beriman!” Namun ketika
mereka berkumpul sesama golongan mereka saja, mereka berkata, “Apakah
kamu (orang Yahudi) memberitakan kepada mereka (orang-orang
Muslim) karunia Allah yang telah diturunkan kepadamu (tentang
penjelasan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW yang tertulis
didalam Taurat), sehingga mereka memiliki hujah terhadapmu
kelak dihadapan Tuhanmu? Tidakkah itu terpikirkan olehmu?
Tidakkah mereka (orang-orang Yahudi) itu mengetahui bahwa
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka sembunyikan
dan apa yang mereka nyatakan?
Oleh sebab itu, Allah memberikan penegasan didalam Surat
Al-Baqarah Ayat 79,
Sungguh celakalah mereka yang menulis kitab dengan tangan
mereka sendiri kemudian mengatakan; “Ini dari Allah!”;
Agar mereka mendapatkan dengannya keuntungan yang sedikit!
Celakalah mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka
dan celakalah mereka atas apa yang mereka peroleh dari usaha
mereka!
Akhirnya, Allah SWT mengundang mereka untuk bergabung ke
jalan yang lurus melalui firman-Nya didalam Surat Ali ‘Imran
Ayat 64,
Katakanlah, “Wahai ahli kitab (Yahudi dan Nasrani),
marilah (berpegang) pada satu kalimat yang tidak ada perbedaan
antara kami dan kamu, bahwa Tidak ada yang patut disembah
kecuali Allah, dan kita tidak mengadakan sekutu bagi-Nya,
dan bahwa tidak pula sebagian dari kita mempertuhankan yang
lain bersama Allah ”.
Hal yang menarik untuk diketahui disini adalah, bahwa tidak
semua ahli kitab sama seperti itu. Allah SWT berfirman didalam
Surat Ali ‘Imran Ayat 75,
Diantara para ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ada orang
yang bilamana diberi amanah sebongkah emas (harta yang banyak),
ia akan segera membayarkan kembali kepadamu; dan ada pula
diantara mereka orang yang bila diamanatkan kepadanya sekeping
uang emas (satu dinar), tidaklah mereka mengembalikannya
kepadamu kecuali bila kamu menagihnya secara terus-menerus,
karena mereka ini berkata, “Tidak ada dosa bagi kami
mengkhianati dan mengambil harta orang-orang bodoh.” Dan
mereka itu berdusta terhadap Allah padahal mereka mengetahui.
Perhatikan juga Surat Ali ‘Imran Ayat 113, 114:
Mereka itu tidak semuanya sama; sebagian dari ahli kitab
itu ada yang berpegang teguh pada kebenaran, mereka membaca
ayat-ayat Allah di sebagian waktu malam, dan mereka pun bersujud
(mengerjakan shalat). Mereka beriman kepada Allah dan Hari
Akhir; mereka mengajak menegakkan yang ma'ruf dan mencegah
yang mungkar dan mereka bersegera dalam berbuat kebajikan;
dan mereka itu termasuk golongan orang-orang yang shalih.
Saya berdoa kepada Allah SWT, semoga Dia memberi petunjuk
yang benar kepada para ahli kitab, yaitu petunjuk yang asli
yang dahulu pernah diturunkan kepada mereka, yangmana isi
dari kitab itu tidaklah bertentangan dengan Al-Qur’an.
Amiin
|