“How
Islam Touched Their Hearts”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir.
Gusti Noor Barliandjaja and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)
Cahaya Hidayah Ditemukannya Pada Diri Suaminya …
JANET ROSE
Janet dilahirkan di kota Edmonton, Kanada. Di kota inilah
keluarganya telah bermukim selama beberapa generasi. Ia menceritakan
kisah singkatnya berikut ini:
Keluarga saya adalah pengikut gereja Katolik-Roma, maka
sayapun dididik dalam lembaga pendidikan Katolik-Roma.
Ajaran Katolik
yang sering menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana Yesus
bisa dikatakan sebagai putra Tuhan. Semakin saya coba untuk
memahami hal ini, sayapun semakin bingung. Tak seorangpun
yang memberikan jawaban yang terang dalam menjelaskan pertanyaan
ini. Ironisnya, yang menerangkan malah lebih kebinggungan
daripada yang meminta penjelasan.
Singkat kata, setelah saya menyelesaikan sekolah lanjutan
(highschool), Saya berjumpa dengan Tn. Khaled, warga
negara Pakistan yang tinggal di Edmonton. Karena
hukum Kanada
memungkinkan adanya perkawinan untuk keperluan keimigrasian,
maka Tn.
Khaled menikahi saya agar bisa memperoleh kewarganegaraan
Kanada. Setelah pernikahan kami berlangsung beberapa
tahun, saya pun menjelang menjadi seorang ibu; saya
mengandung.
Maka sebelum kelahiran si jabang-bayi, saya ingin mengambil
keputusan perihal kelangsungan perkawinan kami terlebih
dahulu.
Suami saya seorang yang sangat terpelajar dan sangat
baik perilakunya. Yang mengagetkan saya, ia tak pernah
mendesak-desak
saya untuk memeluk Islam. Nampaknya ia cenderung memberikan
kebebasan kepada saya apakah kelak akan mendidik anak
kami, yang akan segera lahir, sebagai seorang Kristen
ataupun
seorang Muslim.
Sikap
keterbukaan akalnya dan keteladanan perilakunya-lah
yang membangkitkan diri saya untuk secara pribadi
mendidik diri perihal Islam. Dari belajar sendiri inilah
saya
mengetahui bahwa ajaran Islam sangat mirip dengan
ajaran Kristiani.
Lebih dari itu, saya pun mendapat pengetahuan bahwa
Yesus (Isa, AS) bukanlah anak Tuhan.
Beliau
adalah seorang
Nabi yang utama; seorang Utusan (Rasul) Allah.
Pemahaman inilah
yang memecahkan teka-teki sepanjang hidup saya.
Kemudian saya pun secara sukarela memeluk Islam dan memutuskan
untuk meneruskan jalinan pernikahan saya dengan
Tn.
Khaled untuk
selamanya. Saya bersyukur kepada Tuhan yang Maha
Kuasa atas pemberian cahaya hidayah-Nya kepada diri saya
ini. Tak lama
kemudian kami mendapatkan anugerah Allah, seorang
anak
perempuan. Sekarang saya telah diberkahi-Nya dengan
dua orang putri
dan dua putra. Suami saya mengajarkan Islam kepada
kami setiap hari. Biasanya, ia menceritakan kisah-kisah
dalam
Al-Qur’an
kepada kami dalam bahasa yang sederhana, ini sangat memudahkan
kami untuk memahami Al-Qur’an.
Terjadinya gesekan-gesekan antara menantu perempuan
dengan ibu mertua adalah hal yang lumrah terjadi.
Namun ketika
Ibunda Khaled mengunjungi kami di Kanada, saya
dapati beliau sebagai
pribadi yang tulus dan penuh kasih. Beliau memperlihatkan
sikap dan perilaku Islami begitu tepatnya kepada
saya. Beliau juga menumbuhkan semangat saya menjadi
sangat
tinggi melalui
keteladan yang utama. Kesimpulan saya, jika ibu
mertua dan menantu perempuannya sama-sama mengikuti
ajaran
Islam, tak
akan timbul pertentangan diantara mereka.
Tak lama berselang, kami pindah ke kota lain di
Kanada. Di kota ini saya bekerja sebagai guru taman
kanak-kanak
di sebuah
sekolah Islam, dan juga ambil bagian dalam mengajarkan
pengetahuan dasar Islam kepada anak-anak. Pekerjaan
ini sangat bermanfaat
bagi diri saya sendiri karena membantu kristalisasi
ajaran Islam terhadap akal-pikiran saya sendiri.
Berbagi sedikit
ilmu yang saya ketahui juga merupakan hal yang
sangat menggembirakan hati.
Selang
beberapa tahun kemudian, kami kembali ke kota Edmonton.
Di kota ini, bekerjasama
dengan beberapa
orang teman, kami
telah mendirikan Pusat Informasi Islam. Disini
terdapat tiga ribuan buku, dan banyak juga
kaset dan video
perihal Islam.
Terdapat juga layanan internet gratis dalam
hal informasi Islam. Pusat ini layaknya sebuah
perpustakaan.
Setiap
hari banyak kaum Muslim maupun Non-Muslim
berkunjung ke tempat
ini. Kami berdo’a, semoga Allah mencurahkan
bimbingan dan petunjuk-Nya lebih banyak lagi
kepada umat manusia melalui
fasilitas layanan yang kami sediakan ini
dan menerima usaha yang kami lakukan dengan
rendah-hati
ini. Perlu saya tambahkan
pula bahwa, suami saya juga menyiarkan sebuah
acara TV Islami setiap minggu. Putra kami
yang termuda sangat antusias membantu
ayahnya dalam proyek ini.
Mengakhiri kisah ini, secara jujur saya mengakui
bahwa, setelah memeluk Islam kehidupan
saya menjadi sangat
penuh kedamaian.
Saya begitu puas dengan kehidupan yang
saya jalani dan berharap agar saya lebih berkembang
dalam
ilmu dan amal
islami. Saya
tidak berkeberatan untuk berbagi pengalaman
keIslaman saya dengan orang lain. Alamat
e-mail saya adalah: jsehbai@hotmail.com.
|