“How
Islam Touched Their Hearts”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil.
(London)
Translated by Ir.
Gusti Noor Barliandjaja and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)
Cahaya Hidayah Itu Tersimpan Untuknya...
KATHY
Saya mengakhiri tugas di organisasi pendidikan Maryland
dengan kedudukan sebagai Ketua Departemen Matematika untuk
kemudian bergabung dengan Sekolah Islam Seattle, sebagai
Kepala Sekolah. Kathy bertugas sebagai sekretaris di sekolah
ini, ia juga aktif sebagai seorang pekerja sosial Muslimah
di lingkungannya. Ia memeluk Islam secara unik yang di jalaninya
sendiri.
Berikut ini adalah kisah yang diceritakannya kepada saya:
“ Sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar, saya ditemani ibu pergi
mengunjungi perpustakaan umum. Perpustakaan ini tidak membuang
begitu saja buku-buku duplikat dan buku-buku yang sudah
waktunya diganti. Mereka menjual buku-buku itu dengan harga murah
untuk mengumpulkan dana. Penjualan buku murah pun sedang
berlangsung ketika saya datang ke perpustakaan itu. Saya
mempunyai beberapa keping recehan logam di kantong, maka
saya pun membeli sebuah buku seharga satu sen dollar. Sesampai
di rumah, buku itu saya simpan begitu saja di kamar.
Kehidupan
terus berjalan bersama sang waktu, saya lulus dari Sekolah
Dasar. Melanjutkan ke Sekolah Menengah, dan begitu seterusnya,
selesai dari Sekolah Menengah saya pun meneruskan belajar
ke Sekolah Lanjutan, sehingga akhirnya saya pun lulus
dari Sekolah Lanjutan. Beruntung saya sanggup melanjutkan
ke
Perguruan Tinggi. Saya tidak memilih bidang Sains, tetapi memilih jurusan
Art (Seni/Budaya). Bidang studi utama yang saya tekuni
adalah Perbandingan agama-agama. Professor saya menawarkan begitu
banyak pilihan tugas kerja di bidang ini. Tema Utamanya
adalah studi perbandingan agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Namun
tak satupun dari para pengajar kami yang beragama Islam.
Saya lalui semua tugas perkuliahan dengan mudah dan lancar.
Dengan demikian, saya telah mengumpulkan banyak nilai
untuk dinyatakan lulus.”
“ Sebagai
lulusan baru, saya mulai mencari pekerjaan. Sangat sedikit
lapangan kerja yang tersedia di daerah tempat tinggalku.
Bagaikan mendapatkan keajaiban bahwa seorang perempuan
lulusan jurusan Seni/Budaya bisa memperoleh pekerjaan. Saya menjadi
begitu lelah, bosan dan duduk termenung di rumah hampir
sepanjang waktu. Untuk
mengusir rasa jemu, saya mulai mencari-cari bebagai barang
yang saya miliki di rumah. Sampailah saya
menemukan buku yang pernah saya beli bertahun-tahun
lalu ketika saya mengunjungi perpustakaan. Begitu lama
tersimpan
buku itupun tertutup debu. Saya bersihkan debu-debu
itu dan mengambil buku itu. Adalah hal biasa bila seseorang
menghargai
apa yang telah pernah dibelinya menggunakan uangnya
sendiri, terutama bagi seorang anak. Begitu pula bagi saya
buku
itu adalah sebuah barang berharga yang saya miliki.
“
Saya mulai membaca buku itu halaman demi halaman. Ternyata
buku itu berisi terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris.
Isinya begitu menarik. Semakin jauh saya membacanya, saya
semakin dibuat penasaran untuk lebih mengenal Islam. Apa
yang tertulis disitu amat sangat berbeda dengan apa yang
pernah diajarkan oleh professor saya di perguruan tinggi.
Namun Demikian, nilai-nilai kebenaran Islam yang diketengahkan
didalam Al-Qur’an memberikan kepuasan bagi
akal dan nurani saya. Saya pun tersadar bahwa, jika
demikian inilah
Islam, sungguh sangat mengagumkan. Saya ingin menjadi
seorang Islam.”
“
Saya pun berusaha memperoleh informasi bagaimana caranya
saya bisa masuk Islam. Ternyata prosesnya begitu sederhana
sekali, maka sayapun memeluk Islam. Alhamdulillah. Segera
setelah itu, saya menikahi seorang pemuda Muslim dari Afghanistan.
Berdua, kami memberikan pelayanan kepada masyarakat Muslim
dan bekerja bahu-membahu dengan para pemimpin Muslim setempat.
Tak pernah kami berharap untuk mengubah jalan hidup kami
ini.
Semoga
Allah SWT menerima perjuangan kami.”Amiin
|